Pindah dari Bank Indonesia ke Kemenkeu, Ini Fokus Awal Nurkholis Aman Jadi Wamenkeu



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Nurkholis Ibnu Aman resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Kamis (1/10/2026) di Istana Kepresidenan.

Pelantikan ini sekaligus menjadi penanda Nurkholis emasuki babak baru dalam karirnya setelah sekitar 20 tahun berkarier di Bank Indonesia (BI).

Meski menjadi orang baru di jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Ia mengaku lingkungan kementerian tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya asing baginya.


Baca Juga: Prabowo Rombak Kabinet Lagi, Pengusaha Wanti-Wanti Jangan Buat Kebijakan Berubah-ubah

“Sebagai orang baru, saya harus memperkenalkan diri. Nama saya Nurkholis, atau Nurkholis Ibnu Aman, nama lengkapnya. Selama 20 tahun saya berkarier di Bank Indonesia, Bank Sentral Republik Indonesia,” ujar Nurkholis dalam konfrensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (1/9/2026).

Selama berkarier di BI, Nurkholis mengaku cukup sering berinteraksi dengan Kemenkeu. Bahkan, ia pernah terlibat intens dalam pembentukan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

“Jadi ini antara baru dan enggak baru. Saya sudah sering bolak-balik ke lingkungan ini, bolak-balik ke gedung ini. Ini dulu terlibat intens pada pembentukan FKSSK bahkan,” katanya.

Kini setelah resmi menjadi Wamenkeu, Nurkholis mengaku akan banyak belajar mengenai tugas pokok Kemenkeu maupun organisasi kementerian tersebut.

Ia menyadari posisi barunya membuatnya perlu beradaptasi dengan lingkungan Kemenkeu yang memiliki jumlah pegawai jauh lebih besar dibandingkan BI.

“Saya akan banyak belajar tentang subyek yang menjadi tugas pokok Kementerian Keuangan tentu saja, tapi juga tentang organisasi Kementerian Keuangan ini sendiri. Karena saya percaya efektivitas organisasi,” ujarnya.

Menurutnya pegawai Kemenkeu terhitung sangat besar dengan jumlah puluhan ribu dibandingkan pegawai di Bank Indonesia yang hanya sekitar 6.000-7.000 pegawai.

Karena itu, salah satu fokus awal Nurkholis adalah ikut mendorong efektivitas organisasi Kemenkeu. Namun, ia mengaku belum dapat berbicara banyak mengenai substansi tugas yang akan diembannya karena masih harus menunggu penugasan.

“Saya pribadi selalu menganggap diri saya ini adalah pembelajar. Dari lahir, saya bahkan punya lima ijazah ya, kalau mau menunjukkan betapa saya suka sekali saya belajar,” katanya.

Nurkholis juga meminta dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran Kemenkeu untuk membantunya memahami berbagai hal mengenai tugasnya.

“Karena saya ini benar-benar orang baru ya. Jadi sayalah si pembelajar itu, saya mohon bantuan diajari, diberi informasi, diberi pengetahuan,” ujarnya.

Selain beradaptasi dengan organisasi di Kemenkeu, Nurkholis ingin membangun kedekatan dengan para pegawai Kemenkeu. 

“Terutama karena saya yang paling junior, saya juga ingin menginspirasi, ingin menyapa, ingin mendekat, ingin bersahabat dengan para pegawai, insan Kementerian Keuangan,” katanya.

Nurkholis menutup sambutan perdananya dengan meminta dukungan dari jajaran Kemenkeu untuk menjalankan amanah barunya.

Baca Juga: PMI Manufaktur Naik ke 52 dan Inflasi 3,28%, Suahasil Sebut Ekonomi Mulai Bergerak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News