KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan pinjaman daring (pindar) di tengah tekanan daya beli masyarakat mulai bergeser ke kebutuhan konsumsi sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian karena penggunaan pembiayaan untuk kebutuhan dasar berpotensi meningkatkan risiko kualitas kredit. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mencermati, pindar kini makin banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan cepat di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan. Masyarakat saat ini tidak lagi banyak menggunakan pembiayaan untuk membeli barang dengan masa pakai panjang maupun kebutuhan produktif. Sebaliknya, pinjaman mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari termasuk untuk kebutuhan makan.
Pindar Makin Banyak Dipakai untuk Kebutuhan Konsumsi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan pinjaman daring (pindar) di tengah tekanan daya beli masyarakat mulai bergeser ke kebutuhan konsumsi sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian karena penggunaan pembiayaan untuk kebutuhan dasar berpotensi meningkatkan risiko kualitas kredit. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mencermati, pindar kini makin banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan cepat di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan. Masyarakat saat ini tidak lagi banyak menggunakan pembiayaan untuk membeli barang dengan masa pakai panjang maupun kebutuhan produktif. Sebaliknya, pinjaman mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari termasuk untuk kebutuhan makan.
TAG: