KONTAN.CO.ID - Pink Moon akan muncul awal April 2026. Inilah yang harus Anda ketahui mengapa fenomena astronomi ini disebut dengan Pink Moon. Dalam waktu dekat fase Bulan akan memasuki Full Moon atau purnama. Ini merupakan fase ke-3 yang terjadi setelah
First Quarter atau Kuartal Pertama.
Baca Juga: Inilah Penjelasan Tentang Godzilla El Nino dan Dampaknya di Wilayah Indonesia Menariknya, Bulan Purnama yang terjadi di awal April 2026 bukan sekadar Bulan Purnama biasa. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fenomena ini disebut dengan istilah Pink Moon. Mengapa dikenal demikian? Menurut laman
Timeanddate.com, Pink Moon yang terjadi di bulan April ini dinamai dari bunga liar yang bermekaran pada saat musim semi.
Baca Juga: Fenomena Astronomi Akhir Maret: Bulan dan Jupiter akan Muncul Bersamaan Nama tersebut diperkirakan berasal dari bunga phlox yang berwarna merah muda dan cerah. Ini merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Utara dan sering mekar sekitar waktu Bulan Purnama di bulan April. Selain Pink Moon, masyarakat asli Amerika menyebut purnama di bulan April ini dengan nama seperti Breaking Ice Moon dan The Moon of the Red Grass Appearing.
Baca Juga: Bulan Maret jadi Waktu Terbaik Kemunculan Aruroa, inilah Penjelasannya Kapan Purnama ini bisa akan muncul, dan apakah bisa diamati di Indonesia?
Masih dari sumber yang sama, Pink Moon akan muncul berdasarkan waktu lokal Jakarta pada tanggal 2 April 2026 pukul 09:11 WIB. Mengingat kemunculannya setelah Matahari mulai naik, pengamat kemungkinan akan kesulitan menemukan penampakan Purnama tersebut, apa lagi jika menggunakan mata telanjang.
Tonton: Houthi Siaga Tinggi Bela Iran, Bersiap Serang Jalur Minyak Global! Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News