Pioneerindo (PTSP) Optimistis Kinerja 2026: Andalkan Ekspansi Gerai & Inovasi Produk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten restoran CFC, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) membidik pertumbuhan kinerja sepanjang 2026. Berbekal raihan positif di kuartal pertama, perusahaan optimistis mampu menopang pencapaian tersebut sampai akhir tahun nanti. 

Manajemen PTSP menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% hingga akhir tahun. Sementara untuk laba bersih atau bottom line, perusahaan membidik kenaikan sekitar 10%–15%.

“Untuk bottom line, saat ini kami masih menargetkan pertumbuhan sekitar 10%-15%,” ujar Direktur PTSP Teh Kian Kun, dalam paparan publik, pada Senin (18/5/2026). 


Baca Juga: Rupiah Sentuh Rekor Terendah, Pasar Keuangan Indonesia Semakin Tertekan

Demi memuluskan rencana kerja di sepanjang 2026, PTSP menyiapkan sejumlah strategi bisnis, termasuk penambahan outlout baru untuk mendukung pertumbuhan volume top line. 

Perusahaan berencana membuka 20 outlet baru sepanjang 2026, dengan menyasar sejumlah kategori lokasi seperti public area, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan.

Selain ekspansi gerai, perusahaan juga mendorong existing sales growth atau comparable sales growth dengan meningkatkan penjualan di outlet yang sudah beroperasi.

“Salah satu cara yang kita genjot adalah menciptakan produk-produk baru yang sesuai dengan tren pasar saat ini,” ungkap Wakil Direktur Utama PTSP, Edi Triyento.

Menurut pemaparan Edi, sejumlah produk baru yang diluncurkan sejak tahun lalu juga berhasil mendapatkan respons positif dari pasar, seperti ayam bakar samyang hingga nasi daun jeruk. 

“Di antaranya yang kemarin animonya bagus adalah ayam bakar samyang. Kemudian di akhir 2025 kita juga meluncurkan nasi daun jeruk dan animonya juga bagus,” jelasnya.

Di samping itu, perusahaan mengaku terus melakukan efisiensi internal agar tetap mampu menjaga harga jual ke konsumen, di tengah tantangan pelemahan daya beli yang terjadi di tahun ini. 

 
PTSP Chart by TradingView

Adapun, terkait kenaikan harga bahan baku, pihaknya menyebut dampak yang cukup terasa saat ini berasal dari kenaikan harga plastik untuk kemasan. Namun demikian, PTSP mengklaim telah melakukan mitigasi sejak awal.

Sementara untuk bahan baku utama seperti ayam, perusahaan memastikan kondisi masih relatif terkendali lantaran menggunakan skema kerja sama jangka panjang dengan pemasok.

“Sampai hari ini belum ada pengaruh secara langsung karena fluktuasi tadi, karena kerja samanya bersifat jangka panjang,” tambahnya. 

PTSP juga mulai mengantisipasi potensi perlambatan transaksi offline dengan memperkuat kanal digital dan online. Hal ini sejalan dengan perumahan pola konsumen, sehingga transaksi melalui kanal digital juga terus bertumbuh dari tahun ke tahun sejak pandemi Covid-19 atau 2020. 

Per kuartal I-2026, PTSP tercatat membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 204,5 miliar, naik 21% dibandingkan Rp 169,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.677 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (18/5), Asia Terkoreksi

Sementara laba tahun berjalan melonjak dari Rp 954 juta menjadi Rp 19,2 miliar.

PTSP menyebut lonjakan tersebut turut didorong momentum Lebaran yang tahun ini terkonsentrasi di bulan Maret.

“Tahun lalu Lebaran terbagi di Maret dan April, sedangkan tahun ini Lebaran fokus di bulan Maret, sehingga pertumbuhan kuartal I tahun ini kenaikannya cukup signifikan,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News