KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat strategi bisnis berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek konservasi laut ke dalam operasional pelayarannya. Melalui program penandaan (tagging) hiu paus, PIS mengumpulkan data ilmiah yang akan digunakan untuk memetakan jalur migrasi satwa laut dan menekan risiko tabrakan dengan kapal-kapal yang dioperasikan perusahaan. Dalam dua tahun terakhir, PIS telah berhasil menandai total tujuh ekor hiu paus di sejumlah perairan Indonesia.
Data hasil penandaan tersebut akan diintegrasikan dengan sistem pelayaran PIS untuk menyusun peta risiko tabrakan kapal dengan hiu paus (Whale Shark–Ship Collision Risk Map), sekaligus menjadi dasar penyusunan rekomendasi mitigasi dan pengembangan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan laut.
Baca Juga: Menyambut Tahun 2026, Campina Ice Cream (CAMP) Siapkan Sejumlah Strategi Bisnis Manager CSR PIS, Alih Istik Wahyuni, mengatakan langkah ini sejalan dengan posisi PIS sebagai perusahaan pelayaran nasional yang memiliki armada kapal besar dan beroperasi di berbagai jalur strategis perairan Indonesia. Menurutnya, pemetaan jalur migrasi hiu paus menjadi penting agar aktivitas pelayaran dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan. “Data dari hasil tagging kami integrasikan dengan data pelayaran yang dimiliki PIS. Dengan begitu, potensi risiko tabrakan kapal dengan hiu paus dapat diminimalkan, sekaligus mendukung perlindungan ekosistem laut,” ujar Alih dalam siaran pers, Minggu (11/1/2026). Dari sisi industri, tabrakan dengan kapal besar diketahui menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kematian hiu paus dan penurunan populasinya. Upaya berbasis data ini dinilai dapat membantu perusahaan pelayaran menyesuaikan rute dan pola operasi agar lebih ramah terhadap lingkungan laut. PIS juga menggandeng Konservasi Indonesia sebagai mitra teknis dalam pengumpulan dan analisis data. Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra, menjelaskan bahwa populasi hiu paus dunia diperkirakan telah turun lebih dari 50% akibat berbagai ancaman, mulai dari tabrakan kapal, polusi laut, perubahan iklim, hingga tertangkap tidak sengaja.
Baca Juga: Pelindo Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan Dorong Ekonomi Maritim Nasional “Dengan penandaan hiu paus di berbagai perairan, termasuk Derawan, data migrasi dan koridor pergerakan dapat terus dihimpun untuk mendukung perlindungan spesies ini,” ujarnya. Sebagai bagian dari implementasi bisnis berkelanjutan, program penandaan hiu paus tersebut berada di bawah inisiatif CSR PIS bertajuk *BerSEAnergi untuk Laut, melalui subprogram *Marine BiodiverSEAty* pada pilar pelestarian lingkungan. Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 14: *Life Below Water. Dalam pelaksanaannya, PIS baru-baru ini berhasil menandai empat ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Empat individu hiu paus tersebut diberi nama Pride, Prime, Bangka, dan Belitung, yang terinspirasi dari nama kapal tanker milik PIS.
Baca Juga: Strategi Bisnis Elon Musk: Inspirasi untuk Pengusaha Pemula Sebelumnya, pada tahun lalu, PIS juga menandai tiga ekor hiu paus di perairan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kwatisore, Papua Tengah.
Ke depan, PIS menyatakan akan melanjutkan program penandaan hiu paus untuk memperkaya basis data ilmiah sekaligus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam bisnis pelayaran nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News