JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera dinilai mengulur-ulur waktu untuk menandatangani kontrak baru partai koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Padahal PKS masih berkomitmen untuk bergabung dengan koalisi. "Nampaknya memang akan kembali juga (ke koalisi), tapi PKS sepertinya berulur-ulur waktu,"ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok kepada KONTAN, Senin (18/4). Meski demikian Mubarok yakin PKS akan menandatangani kontrak baru tersebut."Mungkin dalam waktu dekat," ujarnya. Dia heran dengan sikap PKS tersebut, pasalnya kontrak baru tersebut hanya berisi penegasan kepada anggota koalisi untuk mengawal pemerintahan SBY-Boediono baik di eksekutif maupun parlemen. "Kontrak baru itu tidak memberangus kreativitas partai anggota koalisi," ujarnya.
PKS dinilai mengulur waktu
JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera dinilai mengulur-ulur waktu untuk menandatangani kontrak baru partai koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Padahal PKS masih berkomitmen untuk bergabung dengan koalisi. "Nampaknya memang akan kembali juga (ke koalisi), tapi PKS sepertinya berulur-ulur waktu,"ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok kepada KONTAN, Senin (18/4). Meski demikian Mubarok yakin PKS akan menandatangani kontrak baru tersebut."Mungkin dalam waktu dekat," ujarnya. Dia heran dengan sikap PKS tersebut, pasalnya kontrak baru tersebut hanya berisi penegasan kepada anggota koalisi untuk mengawal pemerintahan SBY-Boediono baik di eksekutif maupun parlemen. "Kontrak baru itu tidak memberangus kreativitas partai anggota koalisi," ujarnya.