JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim memiliki sistem yang ketat untuk menangkal kemungkinan adanya penyusupan ke partai tersebut. Ketua DPP Bidang Politik, Hukum, Pemerintah dan Keamanan PKS Mustafa Kamal bilang, sangat kecil kemungkinan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) menyusup ke partainya.Mustafa beralasan, partainya mempunyai sistem untuk pembentukan karakter kader. Menurutnya, sistem ini akan membentuk pemahaman kader tentang kebangsaan dan agama. "Jadi kami tidak mempunyai masalah soal itu," katanya, Selasa (3/5).Sebelumnya, mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 Imam Supriyanto menyatakan kader gerakan NII telah memasuki partai-partai politik besar. Salah satunya yang disinyalir adalah PKS. Dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Imam juga sempat mengungkapkan ada anggota NII yang menjadi anggota DPRD tingkat II.Mustafa sendiri meragukan adanya gerakan NII. Dia bilang harus ada penelitian yang mendalam untuk mengidentifikasi gerakan tersebut. Dia mempertanyakan apakah gerakan NII termasuk gerakan baru atau berkaitan dengan yang sebelumnya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
PKS yakin tak ada infiltrasi NII
JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim memiliki sistem yang ketat untuk menangkal kemungkinan adanya penyusupan ke partai tersebut. Ketua DPP Bidang Politik, Hukum, Pemerintah dan Keamanan PKS Mustafa Kamal bilang, sangat kecil kemungkinan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) menyusup ke partainya.Mustafa beralasan, partainya mempunyai sistem untuk pembentukan karakter kader. Menurutnya, sistem ini akan membentuk pemahaman kader tentang kebangsaan dan agama. "Jadi kami tidak mempunyai masalah soal itu," katanya, Selasa (3/5).Sebelumnya, mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 Imam Supriyanto menyatakan kader gerakan NII telah memasuki partai-partai politik besar. Salah satunya yang disinyalir adalah PKS. Dalam pertemuannya dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Imam juga sempat mengungkapkan ada anggota NII yang menjadi anggota DPRD tingkat II.Mustafa sendiri meragukan adanya gerakan NII. Dia bilang harus ada penelitian yang mendalam untuk mengidentifikasi gerakan tersebut. Dia mempertanyakan apakah gerakan NII termasuk gerakan baru atau berkaitan dengan yang sebelumnya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News