Platform Digital dan Pemerintah Bersinergi Perkuat Daya Saing UMKM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kolaborasi antara pemerintah dan platform digital semakin mendesak untuk memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Sinergi ini juga dianggap krusial dalam membangun ekosistem e-commerce yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di tengah percepatan ekonomi digital.

Penguatan UMKM melalui digitalisasi bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan untuk memastikan pelaku usaha bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Pemerintah memiliki peran strategis dalam menciptakan regulasi yang adaptif, sementara platform digital berperan sebagai enabler yang membuka akses pasar, teknologi, serta pembiayaan.

Menyadari hal itu, Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat kolaborasi dengan Kementerian UMKM untuk memperkuat daya saing UMKM. Teranyar, keduannya berkolaborasi menghadirkan program “Waktunya STARt! Jadi Juragan UMKM” di Balikpapan pada 17 Juni. 


Program tersebut menjadi bagian dari Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM, khususnya usaha mikro, agar lebih siap memasuki ekosistem digital melalui penguatan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, sekaligus meningkatkan kemampuan pemasaran di era discovery commerce.

Baca Juga: Pedagang E-Commerce Wajib Punya Nomor Induk Berusaha, Akumindo Nilai Tak Jadi Beban

Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, menegaskan bahwa perusahaan terus mendampingi UMKM melalui inisiatif Jualan Nyaman, tidak hanya dalam pengurusan legalitas, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan membuat konten video serta membuka peluang kolaborasi dengan kreator. 

“Tokopedia dan TikTok Shop terus mendampingi pelaku usaha dalam pembuatan NIB dan sertifikat halal, sekaligus meningkatkan keterampilan membuat konten video dan membuka akses kolaborasi dengan kreator,” kata Vonny dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Program ini sendiri telah menjangkau ratusan pelaku UMKM di berbagai daerah sejak April 2025, dan di Balikpapan menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing usaha lokal di tengah percepatan ekonomi digital.

Baca Juga: Mendag Tandatangani Revisi Aturan E-Commerce, Apa Saja Poinnya?

Dari sisi dampak, data internal TikTok Shop by Tokopedia menunjukkan bahwa penjual yang aktif memanfaatkan video pendek dan sesi LIVE mengalami peningkatan transaksi hingga lebih dari 30 kali lipat pada kuartal IV dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini memperlihatkan besarnya potensi ekonomi dari pemanfaatan konten digital dalam mendorong penjualan.

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya pelaku UMKM untuk semakin akrab dengan ekosistem e-commerce, sekaligus menjaga kualitas produk agar tetap dipercaya konsumen. 

Menurutnya, di era pasar digital saat ini, marketplace dan pelaku usaha saling berkaitan erat dan harus tumbuh bersama dalam ekosistem yang sehat dan berkeadilan.

Melalui rangkaian pendampingan legalitas, pelatihan konten, hingga klinik bisnis, program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM Indonesia untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan tumbuh secara berkelanjutan di tengah transformasi ekonomi digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News