Platform jual-beli emas Treasury targetkan pertumbuhan user lima kali lipat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dihadapkan banyaknya sentimen di 2019, kinerja Treasury diklaim masih positif. Dalam setahun pertama, perusahaan berhasil menghimpun lebih dari 20.000 pengguna baru targetnya, jumlah itu akan meningkat lebih dari lima kali lipat di tahun depan.

PR Manager Treasury Anang Samsudin mengungkapkan di tengah ketidakpastian ekonomi global perusahaan tersebut masih optimistis terhadap prospek harga emas. Apalagi, banyak dari bank sentral justru meningkatkan cadangan emas mereka sebagai upaya mengantisipasi risiko terburuk yang bisa terjadi di 2020.

Baca Juga: Harga batubara bertahan di level tertingginya, apa pendapat analis?


"Permintaan emas dari bank sentral rata-rata tumbuh hingga 20% di tahun ini, sehingga kami optimistis ke depan tren harga masih naik bahkan berpeluang ke US$ 1.600 per ons troi menurut survei," jelas Anang saat ditemui Jumat (20/12).

Sementara itu, minat masyarakat untuk memiliki aset emas lewat platform online dinilai cukup baik. Permintaan emas di Treasury dari kalangan milenial dan generasi X juga tumbuh beriringan yakni 60:49. Pilihan feature yang dipilih juga beragam, mulai dari pembelian di waktu tertentu, sampai berkala.

Demi mendorong kemudahan bertransaksi, pembelian emas di Treasury bisa dilakukan mulai dari Rp 25.000 per transaksi. Harapannya, minimnya biaya investasi bisa menumbuhkan budaya menabung emas di masyarakat.

Baca Juga: Harga emas turun 0,07% di level US$ 1.477,71 per ons troi

"Secara year on year (yoy) dari Desember 2018 ke Desember 2019, rata-rata return mencapai 15%, ini cukup tinggi," ungkapnya.

Ke depan, Treasury akan terus mendorong pengembangan platform IT agar semakin memudahkan akses dan transaksi masyarakat untuk berbelanja emas. Di samping itu, perusahaan bakal fokus mendorong literasi melalui berbagai kegiatan workshop.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi