KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Platform YouTube Indonesia tercatat menyumbang Rp 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia di sektor ekonomi kreatif pada tahun 2025 lalu. Platform video tersebut juga turut menciptakan sekitar 190.000 lapangan pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia. Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan kontribusi tersebut sejalan dengan besarnya skala YouTube di Indonesia.
“Skala YouTube sekarang sudah luar biasa. Ada 140 juta orang dewasa Indonesia yang menonton YouTube. Ini berarti 89% dari seluruh populasi online Indonesia menonton YouTube tahun ini,” ujar Veronica dalam konferensi pers YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Bahlil Ungkap Strategi Jaga Harga Nikel di Tengah Kebutuhan Smelter yang Tinggi Untuk tahun ini, kata Veronica, Google Indonesia masih melakukan riset terkait kontribusi YouTube terhadap PDB. Hasil riset tersebut akan diperbarui melalui Economy Report yang dijadwalkan terbit dalam beberapa minggu mendatang. “Belum ada. Saat ini kami masih melakukan riset dan mengkajinya. Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan menerbitkan Economy Report seperti biasa. Di dalamnya akan ada pembaruan mengenai perkembangan ekonomi digital,” ujarnya. Di tengah perkembangan tersebut, konsumsi YouTube melalui Connected TV juga tumbuh. Pada 2026, watch time melalui Connected TV tercatat meningkat 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan konsumsi juga terlihat pada konten olahraga. Veronica mengatakan rekor yang sebelumnya dicatat Reza Arap untuk konten AFF Cup sudah dipecahkan RANS Entertainment melalui final FIFA ASEAN CUP dalam laga Indonesia versus Thailand kemarin. “Rekor sebelumnya dicatat oleh Reza Arap untuk AFF Cup. Dalam hitungan bulan, rekor tersebut kemudian dipecahkan oleh RANS Entertainment melalui FIFA ASEAN Finals. Ini menunjukkan kekuatan YouTube,” jelasnya. Selain olahraga, YouTube melihat peluang dari kemampuan kreator Indonesia menjangkau penonton internasional, termasuk di lini musik. “Kalau kita lihat musik, ada Isyana Sarasvati. Kemarin dia merilis album dan lebih dari 41% penonton di kanal YouTube-nya berasal dari luar negeri,” kata Veronica.
Baca Juga: UU Ketenagakerjaan Baru Bikin PHK Dipersulit, Pesangon Minimal Satu Kali YouTube juga melihat tren micro drama mulai berkembang. Veronica menjelaskan micro drama merupakan serial drama pendek yang dibuat secara bersambung. “Micro drama merupakan serial drama pendek yang dibuat secara bersambung. Kami melihat adanya tren ini,” ujar Veronica. Merespon tren tersebut, Youtube Indonesia meluncurkan fitur terbaru yang bisa dinikmati pengguna, baru ini. “Agar pengalaman menonton menjadi lebih seamless, pada akhir September lalu kami meluncurkan fitur baru yang disebut Shorts Series,” imbuh Veronica. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News