JAKARTA. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengubah lagi usulan subsidi listrik dalam RAPBN-P 2009 berada di kisaran Rp 32,92 triliun sampai Rp 46,25 triliun. Padahal sebelumnya, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Jacobus Purwono sudah menyampaikan bahwa kebutuhan subsidi akan berubah menjadi Rp 41,86 triliun dari yang sudah ditetapkan dalam APBN 2009 Rp 45,96 triliun. Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pemerintah mengajukan kisaran perubahan subsidi tersebut, karena pemerintah dan DPR belum bersepakat atas asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang akan digunakan dalam RAPBN-P 2009. Sementara, hitungan subsidi versi Dirjen Listrik sudah menggunakan asumsi ICP US$ 45 per barel seperti yang sudah disebut Departemen Keuangan.
Plin Plan, Pemerintah Ubah Lagi Usulan Subsidi Listrik 2009
JAKARTA. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengubah lagi usulan subsidi listrik dalam RAPBN-P 2009 berada di kisaran Rp 32,92 triliun sampai Rp 46,25 triliun. Padahal sebelumnya, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Jacobus Purwono sudah menyampaikan bahwa kebutuhan subsidi akan berubah menjadi Rp 41,86 triliun dari yang sudah ditetapkan dalam APBN 2009 Rp 45,96 triliun. Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pemerintah mengajukan kisaran perubahan subsidi tersebut, karena pemerintah dan DPR belum bersepakat atas asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang akan digunakan dalam RAPBN-P 2009. Sementara, hitungan subsidi versi Dirjen Listrik sudah menggunakan asumsi ICP US$ 45 per barel seperti yang sudah disebut Departemen Keuangan.