PLN alirkan listrik ke enam desa di Manggarai Timur, NTT



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, PT PLN (Persero) terus mengalirkan listrik ke wilayah yang belum tersentuh. Terbaru, PLN mengalirkan listrik ke sejumlah enam desa di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko mengatakan, PLN berhasil mengalirkan listrik bagi 303 Kepala Keluarga (KK) yang berada di enam desa yaitu Desa Satar Punda, Desa Satar Punda Barat, Desa Liang Deruk, Desa Nampar Tabang, Deda Satar Kampas, dan Desa Satar Padut.

Baca Juga: Ditawarkan mulai 2022, pemerintah bakal eksplorasi 20 wilayah panas bumi


Agustinus menyebut, melalui program listrik desa PLN terus berupaya menghadirkan listrik untuk desa-desa terpencil.

"Ini menjadi hadiah untuk menyambut HUT RI ke-75. Semoga hadirnya listrik tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat penerangan tetapi juga memberi manfaat dan kemajuan bagi warga,” tutur Agustinus lewat keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (10/8).

Untuk mengalirkan listrik di 6 desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46.95 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 35,80 kms dan 17 buah gardu dengan total 675 kiloVolt Ampere (kVA).

Sebelum listrik PLN masuk, masyarakat menggunakan lampu pelita untuk menerangi rumah dari gelapnya malam. Sementara sebagian masyarakat menggunakan genset dengan biaya yang relatif lebih mahal dibandingkan listrik PLN.

Sebagai informasi, saat ini Rasio Desa Berlistrik di Kabupaten Manggarai Timur telah mencapai 85,23%. Untuk desa-desa yang belum berlistrik, PLN secara bertahap membangun infrastruktur kelistrikan untuk mengalirkan listrik ke seluruh desa di Kabupaten Manggarai timur dan desa- desa lainnya di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: PLN tegaskan belum akan lakukan renegosiasi kontrak PPA pada pembangkit listrik tua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari