PLN bidik pasokan 20 juta ton batubara dari PTBA



JAKARTA. PT PLN (Persero) tengah berupaya mengamankan pasokan 20 juta ton batubara dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai 2015.Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menjelaskan, pada tahun tersebut seluruh pembangkit yang dikelola perseroan membutuhkan batubara sekitar 70 juta ton. Sehingga mau tidak mau dari sekarang PLN harus sudah mulai mengamankan pasokan tersebut."20 juta ton per tahun akan coba kami dapatkan dari PTBA. Sementara 50 juta ton sisanya bisa dari KP atau PKP2B lainnya. Tapi ke depan kami akan lebih fokus membeli dari PKP2B, karena kepastian pasokannya lebih terjamin," kata Dahlan, Kamis (16/9).Tidak tanggung-tanggung, pria asal Magetan-Jawa Timur itu bakal meminta dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar PTBA mau memasok 20 juta ton batubara itu untuk kepentingan penyediaan listrik secara nasional."PTBA itu kan baru saja meneken kesepakatan dengan India untuk membangun rel kereta api di Sumatera Selatan. Menurut kesepakatan itu, sekitar 40 juta ton batubara PTBA akan dijual ke perusahaan mitranya asal India. Sementara India itu punya rencana untuk membangun banyak pembangkit di Pantai Timur negaranya, jadi siap-siap saja batubara kita dikuras India," tegas Dahlan.Ia memastikan sampai saat ini, Kementerian BUMN tengah memfasilitasi kemungkinan transaksi jual beli antar kedua perusahaan yang dibinanya itu. Sehingga diperoleh kesepakatan harga yang saling menguntungkan. Seperti diberitakan KONTAN, pada 26 Agustus lalu Adani Enterprises asal India melalui anak usahanya di Indonesia PT Adani Global menggandeng Pemerintah Indonesia dan PTBA untuk membangun jaringan rel dan kereta api di Sumatera Selatan senilai US$ 1,65 miliar.Kerja sama ini untuk memasok kebutuhan batu bara di India maksimal selama 30 tahun, karena melalui kesepakatan tersebut Adani akan mendapatkan hak sebesar 60% dari cadangan batubara PTBA yang ada di provinsi itu."Sesuai dengan kesepakatan, kami akan berinvestasi sebesar US$ 1,65 miliar untuk membangun infrastruktur, termasuk jaringan rel kereta api dan pelabuhan di provinsi Sumatra Selatan di Indonesia," kata Devang Desai, Chief Finance Officer, Adani Enterprises.Perusahaan asal Negeri Gangga ini berencana untuk memulai pembangunannya sesegera mungkin setelah semua persyaratan dirampungkan. "Kami berencana mulai pembangunan di Sumatera Selatan dalam tiga bulan ke depan setelah semuanya jelas dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 48 bulan," katanya.Saat ini, Adani Enterprises mengimpor 35 juta ton batubara dan kemungkinan akan mengereknya menjadi 60-70 juta ton dalam 3-4 tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: