JAKARTA. Ramainya pasokan gas alam cair atawa liquified natural gas (LNG) di pasar dunia membuat banyak perusahaan sulit menjual LNG. Hal ini juga dialami oleh BP Indonesia yang kesulitan mencari pembeli jangka panjang untuk produksi Train III Tangguh. Proyek ini bakal beroperasi 2020 dengan kapasitas 3,8 juta ton per tahun. Namun, kekhawatiran BP mulai menemui titik terang. Sebabnya, PLN berminat menambah pembelian LNG dari Train III Tangguh. Jumat pekan lalu, PLN dan BP Indonesia meneken amandemen Perjanjian Jual-Beli Gas (PJBG) di Train Tangguh III. Jika 17 Oktober 2014 lalu PLN hanya membeli 24 kargo LNG, setelah amandemen PJBG, PLN menambah pembelian menjadi 44 kargo LNG (1 kargo LNG=145.000 metrik ton). Kontrak terhitung dari 1 Januari 2020-30 Juni 2034.
PLN borong LNG, proyek Train III jalan
JAKARTA. Ramainya pasokan gas alam cair atawa liquified natural gas (LNG) di pasar dunia membuat banyak perusahaan sulit menjual LNG. Hal ini juga dialami oleh BP Indonesia yang kesulitan mencari pembeli jangka panjang untuk produksi Train III Tangguh. Proyek ini bakal beroperasi 2020 dengan kapasitas 3,8 juta ton per tahun. Namun, kekhawatiran BP mulai menemui titik terang. Sebabnya, PLN berminat menambah pembelian LNG dari Train III Tangguh. Jumat pekan lalu, PLN dan BP Indonesia meneken amandemen Perjanjian Jual-Beli Gas (PJBG) di Train Tangguh III. Jika 17 Oktober 2014 lalu PLN hanya membeli 24 kargo LNG, setelah amandemen PJBG, PLN menambah pembelian menjadi 44 kargo LNG (1 kargo LNG=145.000 metrik ton). Kontrak terhitung dari 1 Januari 2020-30 Juni 2034.