PLN buka tender PLTG di Gorontalo 100 MW



JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelar tender engineering, procurement and construction (EPC) untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Gorontalo. Pembangkit yang memiliki kapasitas total 100 Megawatt (MW) itu dirancang bisa menggunakan dua bahan bakar, yaitu gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

 Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Dan Gas PLN Soerjadi Mardjuki bilang, sebenarnya, PLN hanya ingin membangun PLTG saja di Gorontalo. Tetapi, lantaran pasokan gas belum pasti, pembangkit itu juga bisa memakai solar. "Proyek ini untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik," ujar dia ke KONTAN, Minggu (22/2).

Selain melakukan pekerjaan EPC untuk PLTG, pemenang tender juga harus menyediakan vessel dan storage atau penyimpanan LNG dan fasilitas regasifikasi. Pasalnya, kebutuhan gas sebanyak 10 mmscfd  untuk PLTG Gorontalo akan diambil dari kilang LNG Sengkang. "Namun, jika LNG Sengkang belum siap akan diambil dari kilang LNG Bontang," urai Soerjadi.


Meski mengaku tidak tahu besaran nilai proyek PLTG  di Gorontalo itu, Soerjadi menyatakan, dana untuk proyek itu diambil dari anggaran internal PLN. Segera setelah pemenang tender ditentukan, kontraktor harus menyelesaikan pekerjaan selama 6 bulan. Sebab, PLN ingin dua proyek itu bisa beroperasi 25 Desember 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan