PLN dukung inisiasi dan rencana pembentukan holding geothermal, berikut penjelasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PLN mendukung  inisiasi dan rencana yang baik untuk pengembangan panas bumi melalui Holding Geothermal Indonesia (HGI). Manajemen PLN memberi catatan, holding panas bumi harus membentuk ekosistem bisnis yang efektif, efisien dan memberikan nilai tambah bagi seluruh BUMN yang terlibat dalam pembentukan holding.

“Dan yang terpenting, pembentukan holding harus memberikan manfaat yang terbaik untuk bangsa Indonesia dengan menghasilkan tarif listrik yang terjangkau,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (27/7).

Agung menuturkan, potensi energi panas bumi Indonesia menempati urutan kedua terbesar di dunia dengan kapasitas sekitar 25 GW. Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia ditaksir menyumbang 40 persen cadangan potensi panas bumi di dunia.


Baca Juga: PGE dinilai sebagai kandidat terkuat pimpin holding BUMN geothermal

Hanya saja, pemanfaatan panas bumi di Indonesia menurut catatan PLN  yang baru sekitar 1,9 GW. Oleh karenanya, manajemen PLN melihat perlunya suatu terobosan untuk mengakselerasi pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik.

Saat ini PLN sendiri tengah mengoperasikan PLTP dengan total kapasitas 572 MW dan menghasilkan listrik 4.128 GWh.

“Bahkan PLTP pertama dan tertua di Indonesia yang dikelola anak usaha PLN yaitu Indonesia Power sejak 39 tahun lalu, tetap andal menghasilkan energi bersih 375 MW dan berhasil menggerakkan ekonomi kerakyatan,” imbuh Agung.

Dalam mendukung pengembangan panas bumi di Tanah Air, PLN sedang mengerjakan proyek PLTP dengan total kapasitas 360 MW dan sinergi BUMN sebesar 250 MW. Selain itu, pengembangan juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas PLTP yang telah beroperasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto