PLN EPI Proyeksikan Kebutuhan DMO Batubara 2027 Naik Jadi 173,83 Juta Ton



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan konsumsi listrik nasional diperkirakan mendorong peningkatan kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik pada tahun depan. PT PLN Energy Primer Indonesia (PLN EPI) memproyeksikan kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) batubara sektor kelistrikan mencapai 173,83 juta ton.

Proyeksi tersebut meningkat dibandingkan kebutuhan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 152,54 juta ton. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik nasional yang terus menguat.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengungkapkan, konsumsi listrik nasional tumbuh sekitar 5% hingga 6% tahun ini. Pertumbuhan tersebut diperkirakan berlanjut dan berpotensi mencapai 7% ke depan.


Menurut Rakhmad, peningkatan kebutuhan listrik didorong oleh semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle), elektrifikasi di sektor pertambangan dan pertanian, serta ekspansi infrastruktur pusat data atau data center yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

Baca Juga: Pengusaha Minerba Soroti Pekerjaan Rumah Jelang Penerapan Ekspor Satu Pintu DSI

"Kebutuhan batubara kita untuk tahun depan diperkirakan mencapai sekitar 173,83 juta ton (atau setara 174 juta ton). Ini terdiri dari medium rank coal sekitar 89 juta ton dan low rank coal sekitar 76 juta ton," ujar Rakhmad dalam acara Minerba Convex 2026.

Meski kebutuhan batubara terus meningkat, PLN EPI masih menghadapi tantangan terkait karakteristik cadangan batubara nasional.

Saat ini, sebagian besar cadangan batubara Indonesia didominasi batubara berkalori rendah (low rank coal). Sementara itu, sebagian besar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang telah beroperasi masih dirancang untuk menggunakan batubara berkalori menengah (medium rank coal).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLN EPI melakukan penyesuaian teknis pada sejumlah PLTU agar mampu mengoptimalkan penggunaan batubara berkalori rendah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menyesuaikan kebutuhan pembangkit dengan karakteristik sumber daya batubara domestik, sekaligus mendukung arah kebijakan energi nasional.

Selain batubara, PLN EPI juga terus memperkuat pengamanan pasokan energi primer guna menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Sepanjang tahun berjalan, realisasi pengamanan energi primer menunjukkan pertumbuhan positif. Pasokan gas alam cair (LNG) tercatat mencapai lebih dari 1.400 BBTUD (miliar BTU per hari), sedangkan pengamanan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 4,4 juta kiloliter.

Baca Juga: Bahlil Larang Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Ini Alasannya

PLN EPI juga meningkatkan pemanfaatan biomassa yang ditargetkan mencapai ribuan ton untuk mendukung transisi energi dan upaya penurunan emisi.

Di tengah peningkatan kebutuhan batubara, dinamika harga batubara domestik untuk sektor kelistrikan turut menjadi perhatian perusahaan.

PLN EPI mengelola tantangan tersebut melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keekonomian industri pertambangan batubara dan kemampuan sektor kelistrikan dalam menyerap biaya energi.

Keseimbangan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan batubara bagi pembangkit sekaligus mempertahankan kestabilan tarif listrik bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News