PLN EPI Targetkan Pemanfaatan Biomassa Hingga 3,4 Juta Ton Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong peningkatan pemanfaatan biomassa guna mengakselerasi program transisi energi nasional. Melalui skema co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), anak usaha PLN ini membidik lonjakan volume pasokan biomassa untuk memacu bauran energi bersih secara berkelanjutan.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengungkapkan, pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan pembangkit terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.Ini tidak hanya berfokus pada penyediaan energi ramah lingkungan, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar sumber bahan baku.

Baca Juga: Zankore by Indosat Dapat Utang Jumbo US$ 3,1 Miliar, Mau Bangun Apa?


"Tahun lalu kami baru mencapai sekitar 2,5 juta ton. Tahun ini kami akan mencapai sekitar 3,4 juta ton biomassa untuk disediakan kepada seluruh perusahaan kami," ujar melalui keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).

Hokkop menjelaskan, potensi biomassa dari sektor industri nasional sangat melimpah, mencapai 80 juta ton per tahun. Meski penyerapan untuk porsi PLTU PLN saat ini baru berkisar 2,5 juta ton, posisi tersebut sudah mengukuhkan entitas perseroan sebagai konsumen biomassa skala besar di kawasan regional.

"PLN hanya 2,5 juta ton. Namun, meskipun hanya 2,5 juta ton untuk PLN, kami adalah perusahaan terbesar di Asia yang bisa menggunakan biomassa untuk cofiring," jelasnya.

Untuk menjamin keberlanjutan rantai pasok, PLN EPI menerapkan evaluasi ketat berbasis Life Cycle Assessment (LCA) bagi seluruh mitra penyedia. Langkah komprehensif ini dilakukan guna memastikan bahwa sekitar 70% biomassa yang bersumber dari residu industri kehutanan maupun agro tetap mengusung prinsip bebas deforestasi.

"Kami sudah membuat kalkulasi menggunakan LCA. Kami memilih partner dengan meminta mereka memenuhi semua data dari sumber biomassa. Kami anti deforestasi," tegasnya.

Selain mendukung pengurangan emisi karbon, pengembangan ekosistem biomassa ini diklaim mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang masif. Hokkop memperkirakan jika target penyerapan biomassa nasional menembus angka 8 juta ton, industri ini berpotensi membuka hingga 750 ribu lapangan kerja baru.

"Kami sudah menyampaikan ini kepada Kementerian Tenaga Kerja di Indonesia. Ini merupakan peluang pekerjaan yang besar untuk industri biomassa," pungkasnya.

Baca Juga: Kejar Efisiensi di Tengah Persaingan, SMGR Tekan Emisi Semen hingga 38%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News