KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PLN Indonesia Power (PLN IP) membidik peluang ekspansi bisnis di kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar). PLN IP menilai kawasan Amlatkar sebagai mitra yang potensial seiring dengan pertumbuhan kemitraan dagang dengan Indonesia. Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengungkapkan kawasan Amlatkar menjadi salah satu wilayah strategis yang sejalan dengan agenda ekspansi dan pengembangan bisnis berkelanjutan perusahaan di tingkat global. Apalagi, kawasan Amlatkar juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih. Bernadus menyatakan kesiapan PLN IP untuk menghadirkan pengalaman, teknologi, serta kapabilitas untuk menciptakan nilai tambah bersama para mitra internasional. Langkah ini sekaligus mendukung agenda diplomasi ekonomi Indonesia dan percepatan transisi energi yang lebih berkelanjutan.
"PLN Indonesia Power terus memperluas peran dan kontribusinya tidak hanya sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional, tetapi juga sebagai perusahaan energi yang memiliki daya saing global," kata Bernadus melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga: Pengusaha Masih Wait and See soal Ekspor SDA Lewat DSI, Ini Alasannya Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah memaparkan kesiapan perusahaan dalam menangkap peluang investasi dan kerja sama konkret di kawasan tersebut. PLN IP saat ini memiliki kapabilitas end-to-end dalam mengelola pembangkit nasional berkapasitas mencapai 22,1 gigawatt (GW), serta pengalaman dalam mengembangkan berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT) dan solusi energi berkelanjutan. PLN IP, melalui anak usahanya, yakni PLN IP Renewables, berkomitmen untuk memperluas jejak energi bersih ke kawasan Amerika Latin dan Karibia. Julita menjelaskan, dengan dukungan radiasi matahari yang tinggi di kawasan tersebut, PLN IP tertarik untuk mengeksplorasi proyek solar PV berskala besar. "Selain itu, kami juga melihat peluang besar pada pengembangan mini hydro dengan memanfaatkan keunggulan teknologi turbin andal yang kami miliki. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk studi kelayakan bersama, kemitraan operasional, hingga skema pendanaan strategis," kata Julita. Langkah menjajaki ekspansi ke kawasan Amlatkar antara lain dilakukan melalui partisipasi PLN IP dalam forum 2nd Ambassadors’ Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean. Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI) ini telah berlangsung di Jakarta pada Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Strategi Keberlanjutan Telkomsel Kini Menyasar Efisiensi dan Ekspansi Layanan Partisipasi PLN IP dalam forum tersebut mengusung misi untuk meningkatkan brand awareness korporasi di level global. Keterlibatan PLN IP sekaligus untuk menjajaki peluang kerja sama investasi antarnegara.
"Kehadiran PLN IP dalam forum ini merupakan momentum krusial bagi korporasi untuk mendemonstrasikan kapabilitas operasional dan keunggulan strategis kami di sektor energi. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra di kawasan Amlatkar untuk mengoptimalkan potensi investasi yang saling menguntungkan," kata Julita. Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arief Havas Oegroseno, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama investasi di sektor energi bersama kawasan Amerika Latin dan Karibia. Indonesia berkomitmen memperluas jejak investasi di sektor energi ke kawasan Amerika Latin, menyusul keberhasilan kerja sama yang telah berjalan di Timur Tengah dan Afrika. "Ini adalah situasi yang saling menguntungkan (win-win situation), di mana Indonesia siap menjadi pintu masuk strategis (staging ground) bagi bisnis Anda untuk menembus pasar Asia, begitu pula sebaliknya," ujar Arief. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News