KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN Indonesia Power siap memperkuat kontribusinya untuk mendukung percepatan pengembangan energi surya nasional melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp). PLN Indonesia Power saat ini telah memiliki sejumlah proyek PLTS yang dikembangkan bersama mitra strategis. Portofolio PLTS PLN Indonesia Power antara lain mencakup PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 Megawatt peak (MWp), PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp. Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan bahwa keberadaan proyek-proyek tersebut memperkuat portofolio pengembangan pembangkit berbasis energi surya di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan portofolio tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power memperluas pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus menghadirkan solusi energi yang mendukung kebutuhan sistem ketenagalistrikan.
Baca Juga: Bidik Segmen UMKM, Polytron Luncurkan Oven Listrik KitchenMate 50 Liter "PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan," kata Bernadus melalui rilis yang disampaikan kepada Kontan.co.id, Kamis (27/8/2026). Melalui kolaborasi dengan mitra strategis, PLN Indonesia Power akan terus mengembangkan potensi energi surya dengan mempertimbangkan kebutuhan sistem dan karakteristik wilayah. "Dengan pengalaman, kapabilitas, serta kolaborasi bersama mitra strategis, kami siap mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memastikan pengembangannya memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan dan mendukung ketahanan energi nasional," imbuh Bernadus. Adapun, peluncuran dan groundbreaking Program PLTS 100 GWp telah resmi dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (25/8/2026). Predisen Prabowo mengatakan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp dalam tiga tahun menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. "Program PLTS berkapasitas 100 GWp merupakan langkah besar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Target ini akan kita bangun dalam waktu sekitar tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi," kata Prabowo. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapannya untuk mempercepat implementasi program PLTS 100 GW.
Baca Juga: Ini Kata Perumnas soal Pengelolaan Aset Properti BUMN Karya Pasca Divestasi Total investasi untuk program ini mencapai sekitar US$ 73 miliar atau setara dengan Rp 1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO2 per tahun. Adapun, salah satu strategi implementasi program PLTS 100 GWp adalah melalui dedieselisasi untuk menggantikan pembangkit listri berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM). "Percepatan program PLTS 100 GW dalam tiga tahun menjadi langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Program ini akan kita laksanakan secara masif, sekaligus mendorong penggunaan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM,” ungkap Bahlil. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News