PLN Klaim Telah Kurangi 3,7 Miliar Metrik Ton Emisi CO2



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PLN membatalkan power purchase agreement (PPA) atas sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan total kapasitas 1,3 gigawatt (GW). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa langkah tersebut bisa menghemat emisi CO2 hingga 170 metrik ton selama 25 tahun.

“Kami juga sudah melakukan pembatalan PPA sekitar 1,3 GW untuk PLTU yang artinya juga menghindari sekitar 170 juta metrik ton CO2 selama 25 tahun,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI Rabu (5/7).

Menurut Darmawan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PLN dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor ketenagalistrikan. Selain membatalkan PPA sejumlah PLTU, PLN juga melakukan beberapa upaya lain. 


Baca Juga: Proyek Pembangkit Listrik PLN 35 GW Masih Bergulir, Ini Realisasinya

Pertama, melakukan penghapusan 13,3 GW PLTU dalam fase perencanaan yang sebelumnya direncanakan dalam RUPTL 2019-2028. Menurut hitungan PLN, langkah tersebut bisa menekan emisi GRK hingga 1,8 miliar metrik ton dalam 25 tahun.

Berikutnya, PLN menggganti  1,1 GW PLTU dalam planning fase perencanaan dan menggantikannya dengan energi baru terbarukan. Langkah tersebut diproyeksi bisa menekan emisi GRK hingga 150 juta ton selama 25 tahun.

Baca Juga: PLN Gandeng Himbara Berikan Kemudahan Masyarakat Beli Motor Listrik

Sebanyak  800 MW PLTU lainnya juga diganti dengan pembangkit gas. Proyeksi pengurangan emisi GRK lewat langkah ini diperkirakan mencapai sekitar 60% dibanding penggunaan batubara.

Selain itu, PLN juga melakukan sejumlah langkah lain, mulai dari  cofiring biomassa pada 37 PLTU PLN, melakukan program dedieselisasi, self imposed carbon trading di antara internal 26 PLTU yang dimiliki oleh PLN, merancang RUPTL hijau 2021-2039, dan lain-lain.

“Total kumulatif emission reduction and avoidance sekitar 3,7 miliar ton CO2,” kata Darmawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .