KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN (Persero) terus mempersiapkan pengadaan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung pengembangan PLTS 100 gigawatt peak (GWp) yang dicanangkan pemerintah. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN mendukung percepatan program tersebut sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Adapun saat ini perusahaan masih mempersiapkan berbagai aspek untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan optimal.
"Saat ini, PLN terus mematangkan aspek teknis, komersial, regulasi, dan mekanisme pengadaan agar pelaksanaan proyek berjalan optimal," katanya kepada Kontan, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: PLN Indonesia Power Sasar Asia Pasifik, Kembangkan Ekosistem PLTS - BESS hingga MRO Dari sisi pengadaan, Gregorius mengatakan upaya tersebut terwujud dari proses tender PLTS Mentari Nusantara I yang telah dimulai melalui pengadaan program bertajuk Giga One pada 30 April 2026. Sementara itu, pengadaan proyek PLTS lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing proyek. "Tender PLTS Mentari Nusantara I telah diluncurkan dan akan diikuti tender proyek lainnya sesuai kesiapan masing-masing proyek serta ketentuan yang berlaku," ujar Gregorius. Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah dan kementerian/lembaga (K/L) terkait guna menyelaraskan kebijakan sekaligus menyederhanakan birokrasi atau tahapan pengadaan. Ia menambahkan, PLN juga telah melakukan konsultasi pasar untuk menghimpun saran dan masukan. "PLN telah melaksanakan market consultation guna menjaring masukan dari calon investor dan pemangku kepentingan," kata Gregorius. Langkah tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan keikutsertaan investor dalam pengembangan proyek PLTS.
Baca Juga: Percepatan Proyek dan Penurunan Biaya PLTS Butuh Reformasi Kebijakan Kelistrikan "Melalui langkah tersebut, PLN mendorong proses pengadaan yang transparan dan akuntabel, sekaligus meningkatkan partisipasi investor dan menciptakan harga listrik yang kompetitif," kata Gregorius. Selain proses pengadaan, ia bilang PLN turut mempertimbangkan kesiapan infrastruktur untuk memastikan proyek dapat beroperasi tanpa mengganggu keandalan sistem ketenagalistrikan. "Implementasi PLTS juga diselaraskan dengan kesiapan lahan, sistem kelistrikan, dan infrastruktur pendukung untuk menjaga keandalan pasokan listrik," tandasnya. Sebelumnya, sebagai upaya mencapai target pengadaan PLTS 100 GWp, pemerintah mengumumkan terdapat enam proyek PLTS dengan total kapasitas sekitar 4,55 GWp (4.548,92 megawatt peak/MWp) yang siap ditenderkan.
Proyek tersebut meliputi PLTS terapung Jatiluhur, Cirata, dan Jatigede, PLTS plus BESS di klaster Madura, PLTS Gilimanuk Bali, serta PLTS di lahan Bank Tanah Purwakarta. Meski demikian, PLN belum memerinci perkembangan persiapan maupun jadwal tender untuk keenam proyek tersebut dalam tanggapan yang disampaikan kepada Kontan.
Baca Juga: Kejar Target PLTS 100 GW, Pemerintah Pangkas Birokrasi Tender Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News