PLN merugi Rp 5,35 triliun akhir Juni akibat beban membengkak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menderita kerugian sepanjang semester I-2018. Dalam laporan keuangan perusahaan yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/8), PLN mencatatkan kerugian sebesar Rp 5,35 triliun. Padahal semester I-2017, perusahaan listrik pelat merah itu mengantongi laba bersih senilai Rp 2,3 triliun.

Kerugian tersebut akibat meningkatnya beban usaha yang ditanggung oleh PLN. Beban usaha perusahaan ini menanjak dari Rp 130,25 triliun di semester I-2017 menjadi Rp 142,42 triliun pada semester I-2018.

Beban usaha PLN antara lain meliputi beban bahan bakar pelumas yang meningkat 16,73% dari Rp 55,39 triliun pada semester I-2017 menjadi Rp 64,66 triliun di semester I-2018. Sementara beban pembelian tenaga listrik naik 10,07% dari Rp 34,35 triliun menjadi Rp 37,81 triliun. Kemudian, beban untuk pemeliharaan bertambah 20,07% dari  Rp 7,92 triliun menjadi Rp 9,51 triliun


Selanjutnya, beban penyusutan naik 6,5% dari Rp 14,18 triliun menjadi Rp 15,11 triliun. PLN juga mencatatkan rugi kurs sebesar Rp 11,57 triliun. Padahal di periode yang sama tahun lalu PLN hanya mencatatkan kerugian kurs sebesar Rp 222,45 miliar.

Meski demikian, pendapatan PLN dari penjualan listrik tumbuh 7,37% year-on-year (yoy) menjadi Rp 127,16 triliun. Selain itu, perusahaan ini juga membukukan pertumbuhan pendapatan dari penyambungan listrik ke pelanggan sebesar 7,93% menjadi Rp 3,54 triliun.