JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengoperasikan empat unit pembangkit listrik bergerak tenaga gas GE TM2500, dan menghasilkan listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo. PLTG yang berlokasi di desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo ini, memiliki kapasitas total 100 MW. PLTG ini juga merupakan proyek pembangkit listrik pertama yang telah beroperasi dari program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW yang dicanangkan Pemerintah hingga 2020 mendatang.
Pembangkit listrik bergerak tenaga gas TM2500 dari GE dapat dipasang jauh lebih cepat dibanding mesin pembangkit listrik biasa, dengan membutuhkan waktu kurang dari enam (6) bulan sejak pembangunannya yang dimulai 10 September tahun lalu Masing-masing mesin pembangkit TM2500 dapat menghasilkan kapasitas listrik lebih dari 25 MW, cukup untuk mengaliri listrik sekitar 25.000 rumah. Secara keseluruhan, empat unit pembangkit tersebut akan menyediakan 100 MW tenaga listrik dan akan dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas tegangan serta memenuhi kebutuhan daya listrik masyarakat Sulawesi yang diyakini akan terus meningkat di masa mendatang. "Kami bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memberikan solusi terbaik berupa pembangkit listrik bergerak, turbin TM2500 gas aeroderivative, bagi Gorontalo," kata Handry Satriago, CEO, GE Indonesia dalam rilisnya, Selasa (7/6). Teknologi ini telah berhasil dipasang di berbagai kawasan seperti Mesir, Aljazair, Yunani dan Jepang, dan kemudahan instalasi dan membawa mesin pembangkit jenis ini ke daerah-daerah terpencil memungkinkan TM2500.
TM2500 telah menjadi teknologi terkemuka untuk penerapan mesin pembangkit listrik yang cepat untuk keperluan-keperluan darurat dalam 15 tahun terakhir. Apalagi, lanjut dia, lebih dari 200 unit mesin pembangkit telah tersebar di seluruh dunia dengan waktu instalasi kurang dari setengah waktu instalasi mesin pembangkit listrik lain. Fajar Akbar, Indonesia senior sales leader for Aeroderivative Gas Turbines at GE Power & Water mengatakan, dengan lebih dari 15.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan listrik yang unik, yaitu membutuhkan solusi pembangkit listrik berukuran kecil dan lebih lokal. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News