PLN Siap Serap Listrik dari Sampah, Dukung Proyek PSEL di Denpasar, Bogor, Bekasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mendukung percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) di kawasan Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan PLN untuk berperan aktif dalam mendukung proyek PSEL melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah, Danantara Indonesia, dan para pemangku kepentingan agar seluruh tahapan proyek berjalan selaras dan tepat waktu. PLN telah memetakan titik interkoneksi terdekat dari lokasi PSEL yang akan dibangun agar proses penyambungan lebih cepat dan efisien sesuai target pengembangan proyek.

"PLN juga mempercepat pembahasan awal PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik) sehingga tahapan yang umumnya memerlukan waktu beberapa bulan dapat dipersingkat,” kata Darmawan dalam rilis yang disiarkan pada Minggu (26/4/2026).


Baca Juga: PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Dalam proyek PSEL, PLN berperan sebagai offtaker listrik, yaitu pihak yang menyerap listrik yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah. Menurut Darmawan, peran ini penting untuk meningkatkan kelayakan proyek, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka akses pembiayaan bagi pengembang.

Pengembangan PSEL diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Mulai dari pengurangan timbunan sampah perkotaan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penambahan pasokan listrik berbasis sumber energi domestik.

“PLN menyambut baik penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah konkret percepatan proyek PSEL. Kami memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ungkap Darmawan.

Perjanjian kerja sama telah ditandatangani antara Pemda Bali dan Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, serta Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara. Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta CIO Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo serta jajaran BUPP. Penandatangan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Selasa (21/4).

Baca Juga: Laba PGN (PGAS) Naik 45,84%, Saat Pendapatan Susut di Kuartal I-2026

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya percepatan tahapan persiapan proyek, termasuk memastikan kecukupan pasokan sampah sebagai bahan baku utama PSEL. “Kita sudah masuk kategori darurat sampah. Karena itu proyek ini harus kita kawal agar selesai tepat waktu, sekaligus memastikan bahan bakunya tersedia,” ujar Zulkifli.

Zulkifli juga mendorong kolaborasi lintas wilayah pada kawasan aglomerasi yang belum memenuhi volume sampah yang dibutuhkan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional yang kian mendesak di berbagai daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News