PLN Ungkap Proyeksi Kebutuhan Investasi untuk PLTS 100 GW Tembus Rp 1.781,9 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ambisi Presiden Prabowo Subianto mengejar target kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW) membutuhkan investasi jumbo. PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan investasi untuk merealisasikan program PLTS 100 GW mencapai sekitar US$ 100 miliar. 

Sebagai gambaran saja, jumlah itu setara dengan Rp 1.781,95 triliun. Nilai konversi tersebut menggunakan asumsi kurs tengah saat ini sebesar Rp 17.820 per dolar Amerika Serikat.

Executive Vice President Komunikasi Korporat & Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN, Gregorius Adi Trianto menegaskan bahwa pemenuhan investasi untuk merealisasikan program PLTS 100 GW akan menggunakan berbagai skema pendanaan. Tak hanya berasal dari PLN, Pemerintah juga bakal melibatkan investor, termasuk pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP). 


Baca Juga: DEWA Ungkap Peluang IPO GMR dan Progres Eksplorasi Tambang Emas & Tembaga di Aceh

Pelibatan PLN, Sub holding dan anak perusahaan, serta IPP akan menyesuaikan karakteristik masing-masing proyek. "Dengan skema tersebut, PLN bersama Pemerintah terus mendorong agar pengembangan PLTS 100 GW dapat berjalan secara bertahap, terukur, dan tetap sejalan dengan kebutuhan sistem kelistrikan nasional," kata Gregorius kepada Kontan.co.id, Selasa (11/8/2026).

Gregorius menegaskan bahwa PLN siap mendukung percepatan program PLTS 100 GW yang ditargetkan Pemerintah dalam tiga tahun ke depan. Proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan sistem kelistrikan, kebutuhan listrik nasional, penguatan jaringan, serta kesiapan proyek dan pendanaan.

Pada tahap awal atau Program Quick Win, sekitar 27,4 Gigawatt peak (GWp) PLTS antara lain akan difokuskan untuk mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) atau dedieselisasi dan memperkuat sistem kelistrikan. Penambahan kapasitas PLTS juga akan dilakukan melalui program penguatan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan sistem kelistrikan nasional.

Target penambahan kapasitas dari program tersebut sekitar 17 GWp. Program lainnya mencakup PLTS tersebar sekitar 25,7 GWp, serta potensi pengembangan sekitar 30 GWp yang akan dibangun secara bertahap mengikuti pertumbuhan kebutuhan listrik nasional.

Hingga Juni 2026, kapasitas PLTS yang telah beroperasi baru mencapai sekitar 318 Megawatt (MW). Sementara 275 MW lainnya masih dalam tahap konstruksi. Adapun, program PLTS 100 GW belum seluruhnya tercantum dalam RUPTL 2025–2034.

"Akan diintegrasikan melalui pembaruan RUPTL bersama Pemerintah agar pengembangannya tetap selaras dengan kebutuhan dan kesiapan sistem kelistrikan nasional," terang Gregorius.

Baca Juga: Bisnis Kuliner Berbasis Mi Masih Berkembang, Bakmi dan Ramen Berebut Pasar

Guna mendukung implementasi PLTS 100 GW, PLN terus memperkuat jaringan dan sistem kelistrikan, mempercepat proses pengadaan dan pengembangan proyek. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah dalam percepatan penyediaan lahan.

Saat ini, sebagian besar proyek masih berada pada tahap persiapan, pengadaan, maupun konstruksi.

"Sejalan dengan perkembangan kebijakan Pemerintah dan kesiapan proyek, PLN juga terus mengevaluasi target penambahan kapasitas PLTS yang akan beroperasi pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya," tandas Gregorius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News