PLTA Air Putih beroperasi, Kencana Energi (KEEN) yakin kinerjanya akan meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) optimistis kinerjanya dapat meningkat di sisa tahun 2020. Hal ini didukung oleh meningkatnya kemampuan produksi pembangkit listrik yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Sebagai informasi, sebenarnya KEEN mengalami penurunan pendapatan sebesar 29,1% (yoy) menjadi US$ 4 juta di kuartal I-2020. Namun, laba bersih perusahaan ini masih bisa melonjak 241,3% (yoy) menjadi US$ 8,1 juta.

Direktur Kencana Energi Lestari Giat Widjaja mengatakan, pihaknya masih menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35% di tahun 2020 menjadi US$ 31,97 juta. Begitu pula dengan laba bersih KEEN yang ditargetkan naik 164% menjadi US$ 9,63 juta di akhir tahun nanti.


Baca Juga: Kencana Energi Lestari (KEEN) terus menggenjot proyek-proyek pembangkit listrik EBT

Proyeksi tersebut sangat mungkin terjadi seiring beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Air Putih di Bengkulu yang mulai beroperasi pada Januari lalu.

Giat menjelaskan, di tahun 2019 silam, satu-satunya aset pembangkit KEEN yaitu PLTA Pakkat di Sumatera Utara memiliki kemampuan produksi listrik minimum sebesar 96 Giga Watthour (GWh). PLTA ini sendiri berkapasitas 18 Megawatt (MW). “Realisasinya, PLTA Pakkat menghasilkan listrik hingga 104 GWh saat itu,” ujar dia dalam paparan publik daring, Rabu (29/7).

Baca Juga: Kencana Energi Lestari (KEEN) alami penurunan pendapatan dan laba di tahun 2019

Nah, lantaran PLTA Air Putih punya kapasitas 21 MW, maka minimum produksi listrik yang dihasilkan pembangkit tersebut sebesar 115 GWh. Lantas, total minimum produksi listrik dari PLTA Pakkat dan PLTA Air Putih bisa mencapai 210 GWh. “Ada potensi kenaikan produksi listrik lebih dari 102% di tahun ini yang dapat berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan,” ujar Giat.

Ia juga menambahkan, keuntungan dari PLTA adalah KEEN bisa menghemat biaya operasional. Sebab, berbekal sumber energi dari aliran sungai, PLTA umumnya punya biaya pemeliharaan yang lebih murah dibandingkan pembangkit energi fosil dan teknologinya pun jarang mengalami kerusakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .