PLTA Batang Toru Dikebut, Progres Proyek Strategis Nasional Capai 89,49%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan listrik di sistem Sumatra.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri ESDM Yuliot saat meninjau langsung perkembangan proyek, Sabtu (1/8). Dalam kunjungan tersebut, Yuliot bersama jajaran meninjau area bendungan, jalur transmisi, lahan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), hingga powerhouse.


Baca Juga: Intikeramik Alamasri (IKAI) Genjot Ekspansi dan Perkuat Tata Kelola

"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan dan peningkatan keandalan energi secara nasional. Kondisi penyediaan tenaga listrik di Sumatera saat ini memerlukan penguatan melalui percepatan penyelesaian proyek-proyek pembangkit, salah satunya PLTA Batang Toru 510 MW," ujar Yuliot dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut dia, di tengah keterbatasan pasokan energi primer lainnya, beroperasinya PLTA Batang Toru akan menjadi tambahan pasokan yang penting bagi sistem kelistrikan Sumatera.

Manajemen PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) melaporkan, hingga Juli 2026 progres fisik pembangunan PLTA Batang Toru telah mencapai 89,49%.

Capaian tersebut telah kembali ke posisi sebelum bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara pada November 2025. Saat itu, bencana mengakibatkan kerusakan pada fasilitas transmisi, infrastruktur bendungan, powerhouse, hingga akses menuju lokasi proyek sehingga konstruksi sempat tertunda.

Dalam delapan bulan terakhir, NSHE melakukan pemulihan sehingga progres pembangunan kembali sesuai target. Bendungan kini telah siap memasuki tahap initial impounding, sementara proses commissioning powerhouse berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, PTBA Perkenalkan Kalium Humat ‘BA Grow’ di Inagritech 2026

Selain itu, pengujian switchyard telah selesai 100%, sedangkan pemulihan jalur transmisi masih terus dilakukan.

Presiden Direktur PT North Sumatera Hydro Energy Li Xinlu mengatakan perusahaan terus berupaya menyelesaikan proyek tersebut agar segera beroperasi.

"PLTA Batang Toru akan berperan penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera dan mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus mengupayakan penyelesaian proyek ini secepat mungkin," ujar Li.

Menurut NSHE, pencapaian target Commercial Operation Date (COD) pada 2026 masih membutuhkan dukungan berbagai kementerian dan lembaga, terutama terkait penyelesaian perizinan dan administrasi hukum yang menjadi prasyarat pelaksanaan tahap impounding.

Menanggapi hal tersebut, Yuliot menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar hambatan penyelesaian proyek dapat segera diatasi.

"Kami membutuhkan dukungan dari seluruh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta koordinasi antara PT PLN dan anak perusahaannya agar setiap kendala dapat diselesaikan bersama demi mendukung penguatan bauran energi nasional," katanya.

NSHE juga mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM, khususnya dalam mempercepat penyelesaian right of way(ROW) jalur transmisi serta koordinasi lintas kementerian terkait proses perizinan.

Baca Juga: Dongkrak Penjualan di GIIAS 2026, Wuling Perkuat Portofolio Kendaraan Elektrifikasi

PLTA Batang Toru memiliki kapasitas terpasang 510 MW dan diproyeksikan menghasilkan listrik sebesar 2.124,03 gigawatt hour (GWh) per tahun. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan Sumatera sekaligus mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan nasional.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus melakukan antisipasi, pengecekan langsung ke lapangan, dan percepatan demi menjamin ketersediaan serta keandalan energi secara nasional," tutup Yuliot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: