PLTG Mataram bisa beroperasi di 2017



MATARAM. General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pembangunan XI Nusa Tenggara Idian mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkekuatan 150 megawatt di Kota Mataram, NTB, kemungkinan mulai beroperasi tahun 2017.

"Pembangunan PLTG ini minimal akan menghabiskan waktu dua tahun. Artinya, jika pembangunan dimulai pertengahan tahun 2015, PLTG bisa beroperasi mulai tahun 2017," katanya kepada wartawan, Jumat (16/1).

Dikatakannya, proses pembangunan PLTG di Lingkungan Bagek Kembar saat ini dalam proses pengurukan tanah yang membutuhkan waktu yang cukup lama, agar tanah bisa turun secara alami sehingga kondisi tanah bisa lebih bagus.


Ia mengatakan, PLTG di Bagek Kembar itu rencananya memiliki daya 150 Mega Watt, namun dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan 30 Mega Watt sebanyak tiga kali dan tahap selanjutnya 60 Mega Watt.

Menurut dia, keberadaan PLTG ini tidak hanya untuk menambah pasokan listrik di Pulau Lombok melainkan juga untuk penanganan beban puncak. Hal ini merupakan salah satu andalan dari PLTG, sebab jika terjadi gangguan saat beban puncak PLTG paling cepat digunakan untuk penanganan.

Ditanya soal berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun PLTG tersebut, Idian belum dapat menyebutkan, karena pembangunan PLTG sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kontrak untuk pembangunannya pun hingga kini belum ada. Karenaitu kami belum bisa memberikan informasi," katanya.

Idian mengatakan, Kota Mataram dinilai sangat beruntung akan segera memiliki PLTG karena biasanya PLTG dibangun pemerintah pada daerah-daerah yang dinilai sangat membutuhkan pelayanan.

Seperti halnya di kota-kota besar tidak di kota kecil, mengingat anggaran untuk pembangunan teknologi PLTG sangat mahal, tetapi keberadaan PLTG ibaratnya seperti sebuah helikopter mudah kemana-mana dan mampu mengatasi beban dengan cepat bahkan dalam hitungan detik.

"Untuk itu jika PLTG terbangun di Kota Mataram, ini merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah kepada Kota Mataram," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto