PM China: Sangat sulit bagi perekonomian Tiongkok tumbuh 6%



KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang mengatakan, akan sangat sulit bagi perekonomian China untuk tumbuh 6% atau lebih pada tahun ini.

Dalam sebuah wawancara dengan media Rusia yang dipublikasikan di situs Pemerintah China, gov.cn, Li menyatakan, negaranya menghadapi tekanan ke bawah karena pertumbuhan ekonomi global yang melambat serta proteksionisme dan unilateralisme yang meningkat. 

Sejatinya, produk domestik bruto Cina (PDB) China tumbuh 6,3% di paruh pertama tahun ini, dan Li bilang, ekonomi negerinya secara umum stabil dalam delapan bulan pertama 2019.


Baca Juga: Perang dagang kian reda, China bebaskan produk pertanian AS dari tarif tambahan

"Bagi China, untuk mempertahankan pertumbuhan 6% atau lebih sangat sulit dibandingkan dengan latar belakang situasi internasional yang rumit saat ini dan basis yang relatif tinggi, dan tingkat ini berada di garis depan ekonomi terkemuka dunia," kata Li seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, pada Maret 2019 lalu, China merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 6,5% yang mereka patok di akhir 2018 menjadi 6%-6,5%. Perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) jadi salah satu sebab Tiongkok mengubah target tersebut.

Untuk mencapai target itu, China akan menerapkan kebijakan fiskal yang proaktif dan moneter yang prudent. Anggaran belanja negeri tembok raksasa tahun ini melonjak 6,5% menjadi 23 triliun yuan atau US$ 3,5 miliar.

Editor: S.S. Kurniawan