PM Inggris Rishi Sunak Tuding Ekstremis Islam dan Kanan Rusak Demokrasi Inggris Raya



KONTAN.CO.ID - LONDON - Perdana Menteri Inggris Raya Rishi Sunak pada Jumat (1/3) menyampaikan bahwa demokrasi multietnis Britania sedang sengaja dirusak oleh ekstremis Islamis dan sayap kanan jauh. 

Karena itu Sunak menyerukan pendekatan yang lebih keras terhadap pengawasan protes mengingat adanya peningkatan ujaran kebencian dan kriminalitas.

Para anggota parlemen Inggris pekan ini telah diberikan dana untuk penyediaan perlindungan keamanan baru setelah beberapa di antaranya mendapat ancaman setelah mereka menyatakan dukungan terhadap Israel dalam perangnya melawan Pejuang Hamas di Palestina.


"Saya khawatir bahwa pencapaian besar kita dalam membangun demokrasi multietnis multikepercayaan yang paling sukses di dunia sedang sengaja dirusak," kata Sunak dalam pidatonya di luar kantornya di Downing Street. 

Baca Juga: Tantangan Berat PM Rishi Sunak Pasca Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi

Ia menambahkan bahwa telah terjadi "peningkatan gangguan dan kriminalitas ekstremis yang mengejutkan" di Inggris Raya.

Peningkatan ini setelah pasukan tentara pendudukan Israel selama berbulan-bulan menyerang Gaza dengan dalih untuk membalas serangan kelompok pejuang kemerdekaan Palestina Hamas, pada 7 Oktober di Israel selatan.

Sunak berdalih bahwa orang-orang memiliki hak untuk protes dan menuntut perlindungan bagi kehidupan sipil di Gaza, tetapi tidak dapat menggunakan alasan itu untuk membenarkan dukungan terhadap aksi pejuang Hamas. Ia menyebbut Hamas sebagai kelompok yang dilarang. Karena itu ia memerintahkan agar polisi "tidak hanya mengelola protes ini, tetapi mengawasinya".

Sunak juga menuding bahwa saat ini kelompok yang ia sebut sebagai "ekstremis Islamis dan sayap kanan jauh saling menguatkan satu sama lain" dan merupakan "dua sisi dari koin ekstremis yang sama." 

Baca Juga: Lakukan Perombakan Kabinet, PM Inggris Rishi Sunak Pecat Menteri Dalam Negeri

Karena itu ia mengatakan bahwa orang-orang di negara tersebut dengan visa akan kehilangan hak mereka untuk tinggal di Britania jika mereka "memilih untuk mengeluarkan aksi kebencian".

Sunak, yang terang-terangan telah mendukung serangan Israel ke Gaza dengan dalih merespons serangan Hamas. 

Tuding Anggota Parlemen

Ia juga menyatakan bahwa terpilihnya George Galloway, seorang politikus kiri veteran, ke sebuah kursi parlemen "sangat mengkhawatirkan". Sunak menuduh Galloway mengabaikan serangan 7 Oktober oleh pejuang kemerdekaan Palestina Hamas.

Menanggapi komentar Sunak dalam wawancara dengan Channel 5, Galloway mengatakan bahwa dia sendiri telah diserang pada tahun 2014.

"Saya sama sekali tidak setuju dengan ekstremisme dan kekerasan seperti halnya siapapun dan mungkin sedikit lebih keras lagi mengingat pengalaman pribadi saya," katanya.

Baca Juga: Pasca Pemilu, PM Inggris Rishi Sunak Langsung Surati Prabowo Subianto, Apa Isinya?

Sunak juga menyinggung peristiwa di parlemen pekan lalu, ketika pembicara Lindsay Hoyle melanggar kebiasaan untuk memungkinkan pemungutan suara yang membantu Partai Buruh oposisi menghindari pemberontakan besar-besaran di antara anggota parlemen sendiri terkait posisi mereka tentang perang Israel-Hamas. Aksi ini menyebabkan partai lainnya keluar.

Hoyle kemudian meminta maaf dan mengatakan bahwa ancaman kepada anggota parlemen telah memotivasi keputusannya untuk membiarkan anggota parlemen menyatakan berbagai pandangan.

Sunak telah mengajak semua pihak untuk "mengurangi tensi" dari isu ini tetapi beberapa Anggota Parlemen Konservatif telah dituduh melakukan Islamofobia dalam tanggapannya. Mereka menyangkal tuduhan tersebut.

"Waktunya kini telah tiba bagi kita semua untuk bersatu melawan kekuatan pembagian dan mengalahkan racun ini," kata Sunak. "Kita harus menentang ekstremis yang akan merobek kita."

Editor: Syamsul Azhar