PM Malaysia Muhyiddin pertimbangkan rombak kabinet untuk pertahankan jabatan



KONTAN.CO.ID -  KUALA LUMPUR . Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin diisukan tengah dalam pembicaraan tentang kemungkinan perombakan kabinet dalam upaya untuk menenangkan sekutu kunci yang mengancam akan menarik dukungan untuk koalisi yang berkuasa, tiga sumber mengatakan pada hari Senin.

Mengutip Reuters, Senin (19/10), Muhyiddin menghadapi tantangan jabatan perdana menteri dari pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, yang pekan lalu bertemu raja Malaysia dalam upaya untuk membuktikan bahwa dia mendapat dukungan mayoritas dari anggota parlemen, termasuk dari kalangan pemerintah, untuk membentuk pemerintahan baru.

Perdana menteri sejak itu memasuki diskusi baru dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai terbesar dalam koalisinya, untuk merundingkan persyaratan baru yang dapat mencakup posisi kabinet yang lebih menonjol untuk partai tersebut, sumber yang dekat dengan pemerintah dan UMNO mengatakan.


Baca Juga: Anwar Ibrahim tuding kepolisian berniat jahat saat menyelidiki daftar pendukungnya

Terobosan dalam pembicaraan dapat menghentikan tawaran jabatan perdana menteri Anwar, tetapi juga membuat Muhyiddin bergantung pada mayoritas dua kursi di 222 kursi parlemen sementara dia bergulat dengan ekonomi yang terpukul oleh virus corona dan lonjakan infeksi baru.

“UMNO sedang bernegosiasi dan itu menunjukkan bahwa mereka tidak siap keluar dari koalisi,” kata salah satu sumber.

Sumber lain dari UMNO mengatakan, partainya ingin lebih banyak bicara dalam memutuskan hal-hal seperti siapa di antara partai yang diangkat ke kabinet dan portofolio apa yang akan mereka pegang.

Kedua partai juga mendiskusikan daerah pemilihan mana yang akan mereka adui dalam pemilihan umum, meskipun pemilihan tidak akan terjadi dalam waktu dekat, dua sumber mengatakan.

Pemilu tidak akan berlangsung hingga 2023, tetapi beberapa orang di pemerintahan telah mendorong pemilihan awal untuk memenangkan mandat yang lebih kuat.

Selanjutnya: Raja Malaysia desak politisi mengakhiri ketidakpastian di tengah perebutan kekuasaan

Editor: Noverius Laoli