PMDN 2026 Diprediksi Melesat! Danantara Siap Suntik Investasi Sektor Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani optimistis Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) akan tumbuh lebih tinggi pada 2026.

Optimisme tersebut didorong oleh akselerasi investasi melalui Danantara serta semakin mudahnya akses perizinan dan pembiayaan bagi investor domestik.

Rosan mengungkapkan, realisasi PMDN menunjukkan pertumbuhan yang kuat sepanjang 2025 dengan kenaikan sekitar 26,6% atau mencapai Rp 1.030,3 triliun. Capaian tersebut juga mendominasi 53,4% dari realisasi total investasi nasional Rp 1.931,2 Triliun . Menurutnya, tren positif ini masih akan berlanjut dan bahkan meningkat lebih tinggi secara year on year pada 2026.


“Kami melihat PMDN ini akan terus meningkat lebih besar lagi. Salah satu faktornya adalah Danantara, karena sekarang investasi sudah bisa berjalan lebih optimal,” ujar Rosan saat ditemui di kantor BKPM belum lama ini.

Baca Juga: Realisasi Investasi PMDN Capai Rp 1.030,3 Triliun pada 2025

CEO Danantara itu juga menjelaskan, pada tahap awal pembentukan Danantara, pemerintah terlebih dahulu menyiapkan sumber daya manusia serta kerangka regulasi, termasuk peraturan pemerintah (PP). Alhasil, aktivitas investasi baru dapat berjalan efektif sejak Oktober. Ke depan, Danantara akan memperbesar porsi investasi pada 2026 di berbagai sektor strategis.

“Kita akan berinvestasi lebih banyak lagi di tahun 2026 ini, baik di bidang kesehatan, hilirisasi, kimia, dan sektor-sektor lainnya,” kata Rosan.

Rosan menegaskan, selain dorongan dari Danantara, pertumbuhan PMDN juga ditopang oleh semakin mudahnya perizinan serta akses pembiayaan. Ia meyakini investor domestik akan semakin agresif menangkap peluang investasi, seiring meningkatnya kepercayaan terhadap iklim usaha di dalam negeri.

Di sisi lain, Rosan menilai kolaborasi investasi antara Danantara dan investor asing juga memberikan efek positif terhadap PMDN. Model investasi bersama tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor karena pemerintah turut mengambil risiko secara terukur.

Baca Juga: PMDN Lampaui PMA, Investasi Dalam Negeri Kuartal III-2025 Tembus Rp 279,4 Triliun

“Kita sama-sama investasi, sama-sama taking calculated risk. Ini memberikan confidence kepada investor, sehingga peningkatan investasi bisa terjaga,” ujarnya.

Meski demikian, Rosan mengingatkan tantangan global masih membayangi, mulai dari meningkatnya ketegangan politik internasional hingga persaingan ketat antarnegara dalam menarik investasi, termasuk di sektor pusat data yang kini juga bersaing dengan Malaysia dan Thailand.

"Saya melihatnya optimis investasi kita ini akan terus berjalan baik dan meningkat, sesuai dengan target. Memang harus kerja keras ya, karena mungkin sekarang ada faktor tension politik yang makin tinggi di luar," ungkap Rosan.

Namun, ia menilai Indonesia masih memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan negara lain, seperti dari sisi harga listrik digital yang lebih kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang terjaga. Menurutnya, penguatan kualitas talenta menjadi kunci agar Indonesia tetap unggul dalam persaingan regional.

"Stabilitas di negara kita juga sangat bagus, sangat terjaga, tapi kita tidak boleh terlena. Kita harus terus meningkatkan daya saing,” tegasnya.

Rosan juga memaparkan tren peningkatan investasi dalam periode 2014–2024, dengan total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 9.100 triliun. Sementara dalam lima tahun ke depan (2024-2029), target investasi nasional dipatok lebih dari Rp 13.000 triliun.

“Dari sisi nilai, kenaikannya luar biasa. Tahun 2024 investasi Rp 1.600 triliun, 2025 Rp 1.905 triliun, dan di 2026 ditargetkan lebih dari Rp 2.100 triliun,” pungkasnya.

Baca Juga: Ditopang Danantara, Pemerintah Yakin Raih Investasi Baru Rp 2.100 Triliun di 2026

Selanjutnya: BEST Optimistis Permintaan Industri Pergudangan Positif Tahun Ini

Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News