PMI Jasa China Turun ke 54,1 pada Juni, Ekspansi Ditopang Permintaan Luar Negeri



KONTAN.CO.ID - Aktivitas sektor jasa China masih mencatat ekspansi pada Juni 2026, meski lajunya sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Perlambatan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan bisnis baru yang mulai melemah, meskipun permintaan dari pasar luar negeri meningkat ke level tertinggi dalam 20 bulan terakhir.

Baca Juga: Dolar AS Kehilangan Tenaga Jumat (3/7), Harapan Kenaikan Suku Bunga The Fed Memudar


Mengutip Reuters Jumat (3/7/2026), hasil survei swasta RatingDog China General Services Purchasing Managers' Index (PMI) yang disusun S&P Global menunjukkan, indeks PMI jasa China berada di level 54,1 pada Juni, turun tipis dari 54,4 pada Mei.

Meski melambat, angka tersebut masih berada di atas ambang 50, yang menandakan sektor jasa tetap berada dalam fase ekspansi.

Hasil survei ini berbeda dengan survei resmi pemerintah China yang dirilis pekan ini, yang menunjukkan aktivitas sektor jasa justru meningkat tipis. Perbedaan tersebut disebabkan cakupan responden yang digunakan kedua survei tidak sama.

Survei S&P Global menunjukkan pertumbuhan bisnis baru melambat dibandingkan Mei. Namun, peningkatan permintaan dari luar negeri membantu menopang aktivitas sektor jasa secara keseluruhan.

Baca Juga: Gol Bersejarah Ronaldo Antar Portugal ke 16 Besar Piala Dunia, Spanyol Sudah Menanti

Indeks pesanan ekspor baru bahkan mencatat kenaikan tercepat sejak Oktober 2024, mencerminkan membaiknya permintaan internasional terhadap layanan dari China.

Di sisi harga, perusahaan jasa mulai menaikkan harga jual untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.

Kenaikan harga tersebut juga menjadi yang tercepat dalam lebih dari dua tahun, meskipun tekanan biaya input mulai mereda.

Seiring membaiknya permintaan, perusahaan-perusahaan jasa juga mempercepat perekrutan tenaga kerja pada Juni.

Sementara itu, optimisme pelaku usaha terhadap prospek bisnis dalam 12 bulan ke depan masih berada di zona positif. Namun, tingkat kepercayaan tersebut sedikit melemah dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga: Bursa Australia Naik Ditopang Saham Emas, Pelemahan Suncorp Batasi Penguatan

Adapun Composite Output Index, yang menggabungkan aktivitas sektor manufaktur dan jasa, turun menjadi 53,6 pada Juni dari 54,0 pada Mei, menandakan pertumbuhan ekonomi sektor swasta China masih berlanjut meski momentumnya sedikit melambat.

TAG: