KONTAN.CO.ID - TOKYO. Aktivitas sektor jasa Jepang mencatat pertumbuhan yang lebih kuat pada Agustus 2026. PMI sektor jasa Jepang dari S&P Global naik menjadi 52,5 pada Agustus dari 51,2 pada Juli. Kenaikan ini sekaligus menandai ekspansi selama tiga bulan berturut-turut. Pertumbuhan aktivitas bisnis tersebut merupakan yang tercepat sejak Maret. Penguatan aktivitas jasa didukung oleh meningkatnya jumlah pekerjaan baru, proyek dari sektor publik, serta bertambahnya pertanyaan dari klien. Pertumbuhan total pesanan baru juga membaik dari titik terendah dalam 25 bulan yang tercatat pada Juli.
Laju pertumbuhan pesanan baru pada Agustus sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata sepanjang 2026 hingga saat ini. “Data PMI terbaru menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan menguat di sektor jasa Jepang pada Agustus, dengan aktivitas bisnis meningkat pada laju tercepat sejak Maret dan pertumbuhan pesanan baru membaik dari titik terendah terbaru pada Juli,” tutur Annabel Fiddes,
Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: PMI Manufaktur ASEAN Menguat Solid, Optimisme Capai Level Tertinggi Empat Tahun Namun, penguatan permintaan tersebut terutama ditopang oleh permintaan domestik. Survei menunjukkan bisnis ekspor baru masih mengalami penurunan pada Agustus dengan laju yang cukup tajam. Di sisi tenaga kerja, perusahaan jasa Jepang masih berhati-hati. Pertumbuhan lapangan kerja melambat untuk bulan kedua berturut-turut dan mencapai laju paling lambat dalam setahun, dengan peningkatan jumlah tenaga kerja hanya marginal. Sejumlah perusahaan menambah karyawan untuk menopang peningkatan aktivitas bisnis, sementara perusahaan lainnya menyebut tidak adanya penggantian pekerja yang mengundurkan diri secara sukarela turut menekan jumlah tenaga kerja. “Lapangan kerja meningkat pada laju paling lambat dalam setahun, menunjukkan bahwa perusahaan masih berhati-hati meskipun beban pekerjaan mereka meningkat,” jelas Fiddes. Tekanan biaya tetap menjadi perhatian utama perusahaan jasa Jepang. Biaya input kembali meningkat secara signifikan pada Agustus, meskipun tingkat inflasinya telah mereda dari puncak-puncak sebelumnya.
Baca Juga: PMI Manufaktur Vietnam Menguat, Produksi Tumbuh Tercepat dalam Dua Tahun Kenaikan biaya tersebut kemudian mendorong perusahaan menaikkan harga jual. Inflasi harga jual pada Agustus tercatat sebagai yang tercepat kedua sejak survei dimulai pada akhir 2007. Laju kenaikan tersebut hanya berada di bawah April 2014, ketika kenaikan pajak konsumsi nasional mendorong kenaikan harga secara tajam. Jika digabungkan dengan hasil survei PMI manufaktur yang menunjukkan kembali terjadinya peningkatan tajam dalam output dan pesanan baru pabrik. Aktivitas sektor swasta Jepang secara keseluruhan mencatat peningkatan output terkuat dalam enam bulan pada Agustus. Fiddes menilai, perkembangan tersebut menunjukkan penguatan momentum pertumbuhan di sektor swasta Jepang, meskipun tekanan biaya masih menjadi tantangan bagi perusahaan. “Jika digabungkan dengan hasil survei PMI manufaktur, yang menunjukkan kembali adanya kenaikan tajam dalam output dan pesanan baru pabrik, data tersebut menunjukkan sektor swasta Jepang mengalami peningkatan output terkuat dalam enam bulan pada Agustus,” cetus Fiddes