PMI Jasa Jepang pada April Melambat ke Level Terendah 11 Bulan



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Aktivitas sektor jasa Jepang tumbuh pada laju paling lambat dalam 11 bulan pada April, di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan biaya akibat konflik di Timur Tengah, menurut survei sektor swasta.

Melansir Reuters, Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) jasa Jepang final dari S&P Global tercatat turun menjadi 51,0 pada April, dari 53,4 pada Maret.

Baca Juga: Kritik Harga Tiket Piala Dunia yang Mahal, Trump: Saya Tidak Akan Membayarnya


Angka tersebut merupakan pertumbuhan terlemah sejak Mei tahun lalu. Nilai di atas 50 menandakan ekspansi, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Survei menunjukkan, pertumbuhan pesanan baru melambat ke level terendah sejak Oktober, sementara pesanan ekspor baru bahkan turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan.

Perusahaan menyebut tekanan berasal dari harga tinggi dan ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah.

Dari sisi biaya, inflasi input tercatat naik pada laju tercepat dalam 12 bulan, didorong oleh kenaikan harga bahan bakar, bahan baku, dan tenaga kerja.

Di sisi lain, harga jual output juga meningkat pada laju tertinggi ketiga sejak survei ini dimulai pada September 2007, karena perusahaan berupaya mengalihkan beban biaya kepada konsumen.

“Sentimen bisnis masih tertekan oleh ketidakpastian yang berkelanjutan terkait perang, serta kekhawatiran kenaikan harga dan melemahnya permintaan,” ujar Annabel Fiddes, Economics Associate Director di S&P Global Market Intelligence.

Baca Juga: Daftar CEO Top AS yang Disebut Ikut Trump ke China, Siap Amankan Proyek Besar?

Ia menambahkan, optimisme bisnis untuk 12 bulan ke depan turun ke level terendah sejak pandemi COVID-19 pada Agustus 2020.

Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah tenaga kerja masih meningkat untuk bulan kedelapan berturut-turut, meski lajunya melambat dan hampir tidak berubah dibandingkan Maret.

Akumulasi pekerjaan tertunda (backlogs) juga hanya naik tipis, dengan laju terlemah sejak Maret 2025.