KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas manufaktur Indonesia kembali berada di zona ekspansi pada September 2026. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang dirilis S&P Global pada Kamis (1/10/2026) tercatat 52,4, naik 2,6 poin dari 49,8 pada Agustus. Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir atau sejak Februari 2026. Kenaikan PMI juga menandai perbaikan kondisi bisnis manufaktur setelah sektor tersebut kembali mengalami kontraksi pada Agustus.
Baca Juga: Inflasi September 2026: Sulawesi Utara Tertinggi, Sumatra Selatan Terendah Penguatan aktivitas manufaktur terjadi setelah PMI berada di zona kontraksi selama Maret hingga Juni 2026. PMI kemudian kembali ekspansi pada Juli dengan level 50,2, sebelum turun lagi ke 49,8 pada Agustus. Economics Director S&P Global Market Intelligence Trevor Balchin mengatakan, sektor manufaktur Indonesia menutup kuartal III 2026 dengan kinerja yang kuat. Peningkatan produksi dan pesanan baru menjadi penopang utama perbaikan aktivitas manufaktur pada September. “Sektor manufaktur Indonesia mengakhiri triwulan ketiga dengan kinerja sangat kuat. Produksi dan pekerjaan baru sama-sama meningkat secara solid, didukung oleh kenaikan ekspor dan menghasilkan kinerja bulanan secara keseluruhan yang terkuat di sektor ini sejak Februari, tepat sebelum pecahnya konflik di Timur Tengah,” ujar Balchin dalam laporan S&P Global.
Baca Juga: Terpilih Aklamasi oleh DPR, Intip Profil Calon Kapolri Baru Komjen Suyudi Ario Seto Kenaikan pesanan baru juga menunjukkan membaiknya permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia. Selain permintaan domestik, ekspor turut memberikan dukungan terhadap peningkatan aktivitas sektor tersebut. Perbaikan produksi dan pesanan baru kemudian mendorong aktivitas bisnis manufaktur ke level yang lebih ekspansif pada penghujung kuartal III. Kondisi tersebut menjadi modal bagi sektor manufaktur memasuki tiga bulan terakhir 2026. Namun, keberlanjutan momentum tersebut masih akan bergantung pada perkembangan permintaan dan kondisi eksternal pada kuartal IV. Sementara itu, indikator manufaktur domestik juga menunjukkan aktivitas industri masih berada dalam zona ekspansi. Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) September 2026 sebesar 51,93.
Baca Juga: BPS: Surplus Neraca Perdagangan Naik Jadi US$ 3,55 Miliar Pada Agustus 2026 Dari 23 subsektor industri pengolahan yang tercakup dalam IKI, sebanyak 15 subsektor berada dalam fase ekspansi. Dengan PMI manufaktur yang kembali menembus level 50, perkembangan aktivitas produksi, pesanan baru, dan ekspor pada bulan-bulan berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah penguatan sektor manufaktur dapat berlanjut hingga akhir 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News