KONTAN.CO.ID - Aktivitas sektor manufaktur Jepang kembali mencatat pertumbuhan pada Agustus 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan pesanan baru yang mencapai laju tercepat dalam lebih dari delapan tahun. Mengutip
Reuters, Jumat (21/8/2026), S&P Global Flash Japan Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI) naik menjadi 55,1 pada Agustus dari 54,5 pada Juli. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi.
Baca Juga: Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Ketiga Beruntun pada Jumat (21/8) Annabel Fiddes, Associate Director Economics di S&P Global Market Intelligence mengatakan, momentum pertumbuhan meningkat baik di sektor manufaktur maupun jasa. Namun, sektor manufaktur menjadi pendorong utama pertumbuhan. "Momentum pertumbuhan meningkat di sektor manufaktur dan jasa, tetapi pabrik terus memimpin pertumbuhan dengan mencatat kenaikan tajam dalam produksi dan pesanan baru," kata Fiddes. Data tersebut muncul setelah ekonomi Jepang mengalami perlambatan pada kuartal II-2026. Data produk domestik bruto (PDB) yang dirilis pada Senin menunjukkan pertumbuhan ekonomi melambat, meskipun investor menilai pelemahan tersebut lebih banyak disebabkan faktor sementara. Permintaan Semikonduktor dan AI Kinerja manufaktur Jepang pada Agustus juga ditopang oleh peningkatan penjualan dan permintaan luar negeri. Keduanya mencatat kenaikan paling tajam dalam lebih dari 8,5 tahun. Menurut Fiddes, sejumlah perusahaan manufaktur menyebut kuatnya permintaan dari industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan.
Baca Juga: AS Akan Jatuhkan Sanksi Terberat Dalam Sejarah Bagi Iran Perusahaan manufaktur juga menjadi motor pertumbuhan lapangan kerja pada Agustus. Aktivitas pembelian input meningkat, sementara persediaan pembelian hanya naik tipis. Di sisi lain, waktu pengiriman pemasok mengalami perpanjangan yang cukup signifikan. Aktivitas Jasa Ikut Menguat Tidak hanya manufaktur, aktivitas sektor jasa Jepang juga mengalami penguatan pada Agustus. S&P Global Flash Japan Services PMI Business Activity Index meningkat menjadi 52,3 dari 51,2 pada Juli. Kenaikan tersebut turut mendorong Composite Output Index menjadi 53,4 dari 52,7. Angka itu merupakan level tertinggi sejak Februari 2026.
Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Kerja Masih Stabil Tekanan biaya juga mulai mereda. Inflasi biaya input sektor swasta secara keseluruhan melambat ke level terendah dalam lima bulan, setelah pada Juni mencatat laju yang mendekati rekor.
Meski demikian, harga jual barang dan jasa tetap meningkat dengan salah satu laju paling tajam yang pernah tercatat. Sementara itu, kepercayaan dunia usaha membaik ke level tertinggi sejak Februari. Optimisme lebih kuat terlihat di kalangan perusahaan manufaktur dibandingkan perusahaan jasa. Perusahaan berharap penjualan meningkat, kapasitas operasional bertambah dan kondisi pasar secara keseluruhan membaik. "Hal ini meningkatkan harapan bahwa sektor swasta Jepang tetap berada dalam posisi yang baik untuk mencatat kinerja kuat ke depan, selama tidak ada guncangan lebih lanjut terhadap harga atau permintaan," ujar Fiddes.