KONTAN.CO.ID -Â TOKYO. Pertumbuhan sektor manufaktur Jepang kehilangan momentum pada September 2026. S&P Global mengumumkan, Kamis (1/10/2026),
Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Jepang turun menjadi 54,1 pada September dari 54,9 pada Agustus. Ini sekaligus merupakan laju pertumbuhan paling lambat dalam enam bulan. Perlambatan terutama terlihat pada pertumbuhan produksi dan pesanan baru yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Produksi manufaktur Jepang masih meningkat pada September. Namun, laju kenaikannya menjadi yang paling rendah dalam tiga bulan. Sejumlah perusahaan menyebut kenaikan pesanan baru masih menopang produksi, tetapi sebagian lainnya melaporkan penjualan lebih lemah dari perkiraan.
Pertumbuhan pesanan baru juga tetap kuat secara historis, tetapi melambat dari rekor beberapa tahun terakhir yang dicatat pada Agustus. Laju pertumbuhan pesanan baru pada September menjadi yang paling lambat sejak Mei. Sejumlah perusahaan mengaitkan perlambatan tersebut dengan penyesuaian persediaan oleh klien setelah periode akumulasi stok sebelumnya mulai berakhir.
Baca Juga: Hakim AS Kembali Blokir Biaya Visa H-1B US$100.000 Era Trump Di sisi eksternal, permintaan justru masih kuat. Pesanan ekspor baru meningkat tajam, dengan laju pertumbuhan yang tetap mendekati level tertinggi dalam delapan setengah tahun yang tercatat pada Agustus. Kenaikan permintaan berasal dari berbagai negara di Asia serta Amerika Serikat. " Perusahaan mencatat kenaikan produksi dan pesanan baru yang lebih lambat, karena sejumlah perusahaan menyebut klien melakukan penyesuaian persediaan setelah periode akumulasi stok sebelumnya mulai berakhir," kata Annabel Fiddes,
Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Kamis (1/10/2026). Di tengah perlambatan output dan pesanan baru, penyerapan tenaga kerja justru tetap kuat. Perusahaan manufaktur terus menambah jumlah pekerja untuk memperluas kapasitas dan merespons kenaikan pesanan. Laju penciptaan lapangan kerja tercatat mendekati rekor beberapa tahun terakhir pada Agustus. Namun, tekanan pasokan dan biaya masih menjadi tantangan. Waktu pengiriman input kembali memanjang, sementara memburuknya kinerja pemasok menjadi salah satu yang paling tajam dalam empat tahun terakhir. Kelangkaan produk di pemasok terutama dilaporkan pada komponen elektronik dan teknologi terkait akal imitasi (AI).
Baca Juga: Harga Rumah Australia Anjlok 6 Bulan Beruntun, Terburuk dalam 30 Tahun? Tekanan harga juga masih tinggi. Biaya input meningkat pesat pada September, meski laju inflasinya melambat ke level terendah dalam enam bulan. Kenaikan biaya tenaga kerja, bahan baku, energi dan transportasi disebut sebagai faktor pendorong. Perusahaan kemudian kembali menaikkan harga jual dengan laju yang masih tajam dan termasuk yang tercepat sejak akhir 2022. Meski demikian, optimisme produsen Jepang terhadap prospek produksi masih tinggi. Perusahaan memperkirakan peningkatan aktivitas pelanggan luar negeri serta permintaan yang kuat terhadap semikonduktor dan teknologi AI akan menopang pertumbuhan dalam setahun ke depan. Fiddes mengatakan kinerja kuartal III secara keseluruhan bahkan menjadi kinerja kuartalan terbaik sejak kuartal I-2014. "Survei tersebut tetap konsisten dengan pertumbuhan yang solid secara keseluruhan, dan menutup kuartal terbaik sejak kuartal I 2014," ujarnya.