PMI Manufaktur Jerman Juni Melesat, Pesanan Baru Bangkitkan Optimisme



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Aktivitas pabrik Jerman sedikit meningkat di periode Juni. Ini didorong pertumbuhan yang produksi sedikit naik dan pemulihan pesanan baru.

Reuters melaporkan, Purchasing Managers' Index (PMI) sektor manufaktur final Jerman yang dirangkum S&P Global naik menjadi 50,3 pada Juni dari 50,1 pada bulan sebelumnya. Realisasi ini sedikit di atas angka sementara sebelumnya, sebesar 50,0.

Phil Smith, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, mengatakan, perusahaan di Jerman sebagian masih bergantung pada pesanan yang tertunda untuk mendukung produksi. Tapi dalam jangka panjang, pesanan ini tidak berkelanjutan.


"Tetapi kami melihat pesanan baru kembali tumbuh pada bulan Juni, meskipun hanya meningkat sedikit," kata Smith, dikutip Reuters, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Alarm untuk Industri! Ekspor Melemah, PMI Manufaktur Korea Selatan Mulai Melambat

Smith menuturkan masih ada risiko dampak balik dari pemesanan yang dilakukan di awal bulan dalam beberapa bulan terakhir. “Bersamaan dengan tingkat harga yang tinggi dan tingkat ketidakpastian yang masih relatif tinggi, hal ini kemungkinan akan membebani pertumbuhan dalam jangka pendek," imbuh Smith.

Produksi Jerman meningkat enam bulan berturut-turut hingga Juni. Para produsen menyebutkan masih terjadi penurunan pesanan yang tertunda dan peningkatan arus masuk pekerjaan baru.

Smith juga menyoroti penurunan inflasi biaya input yang terlihat dari level tertinggi hampir empat tahun pada Mei. Ini karena penurunan harga minyak mulai terasa. Inflasi harga di tingkat pabrik melambat ke level terendah dalam tiga bulan.

Baca Juga: Aktivitas Pabrik China Catat Kinerja Kuartalan Terbaik Sejak Akhir 2020

"Arah pergerakan harga dalam beberapa bulan mendatang jelas bergantung pada perkembangan di Timur Tengah, meskipun beberapa tekanan inflasi yang tertinggal diperkirakan akan tetap ada dalam sistem terlepas dari itu," kata Smith.

Keterlambatan pemasok juga menurun ke level terendah dalam empat bulan, meskipun tetap tinggi.

Ekspektasi produsen terhadap produksi selama 12 bulan ke depan sedikit membaik dari titik terendah pada April lalu, tetapi tetap di bawah rata-rata jangka panjang. Penyebabnya antara lain konflik di Timur Tengah, biaya tinggi, serta ketidakpastian pasar yang terus membebani sentimen.