KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 46,9 pada Juni 2026 dinilai menjadi sinyal tekanan terhadap sektor manufaktur masih cukup besar. Industri baja menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak perlambatan tersebut di tengah masih tingginya tekanan dari produk impor. Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, penurunan PMI sejalan dengan berbagai tantangan yang telah dihadapi industri baja dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari melemahnya permintaan domestik hingga derasnya produk baja impor dengan harga yang sangat kompetitif. "IISIA memandang penurunan PMI Manufaktur Indonesia ke level 46,9 merupakan sinyal bahwa tekanan terhadap sektor manufaktur masih cukup besar. Bagi industri baja, kondisi tersebut sejalan dengan tantangan yang telah dihadapi dalam beberapa waktu terakhir," ujar Harry kepada Kontan, Kamis (2/7/2026).
PMI Manufaktur Terkontraksi, Industri Baja Sebut Ada Gempuran Baja Impor Murah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 46,9 pada Juni 2026 dinilai menjadi sinyal tekanan terhadap sektor manufaktur masih cukup besar. Industri baja menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak perlambatan tersebut di tengah masih tingginya tekanan dari produk impor. Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, penurunan PMI sejalan dengan berbagai tantangan yang telah dihadapi industri baja dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari melemahnya permintaan domestik hingga derasnya produk baja impor dengan harga yang sangat kompetitif. "IISIA memandang penurunan PMI Manufaktur Indonesia ke level 46,9 merupakan sinyal bahwa tekanan terhadap sektor manufaktur masih cukup besar. Bagi industri baja, kondisi tersebut sejalan dengan tantangan yang telah dihadapi dalam beberapa waktu terakhir," ujar Harry kepada Kontan, Kamis (2/7/2026).
TAG: