KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kalangan pengusaha menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 49,1 pada April 2026 menunjukkan industri nasional sedang menghadapi tekanan berat akibat dinamika global. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pelemahan PMI dipicu gangguan rantai pasok global, kenaikan biaya logistik, serta melemahnya permintaan pasar. Kondisi tersebut membuat pelaku industri menghadapi tekanan cukup besar dalam menjaga keberlangsungan produksi dan efisiensi usaha. “Namun optimisme pelaku usaha terhadap enam bulan ke depan perlu dijaga sebagai modal pemulihan industri,” ujar Saleh kepada Kontan, Senin (11/5/2026).
PMI Manufaktur Turun, Kadin Minta Kebijakan Lebih Pro-Industri
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kalangan pengusaha menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 49,1 pada April 2026 menunjukkan industri nasional sedang menghadapi tekanan berat akibat dinamika global. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pelemahan PMI dipicu gangguan rantai pasok global, kenaikan biaya logistik, serta melemahnya permintaan pasar. Kondisi tersebut membuat pelaku industri menghadapi tekanan cukup besar dalam menjaga keberlangsungan produksi dan efisiensi usaha. “Namun optimisme pelaku usaha terhadap enam bulan ke depan perlu dijaga sebagai modal pemulihan industri,” ujar Saleh kepada Kontan, Senin (11/5/2026).