PMI Sektor Jasa Italia Mencapai Level Tertinggi dalam Hampir 3,5 Tahun



KONTAN.CO.ID - ROMA. Sektor jasa Italia memperkuat laju pertumbuhan pada Agustus 2026. Berdasarkan data S&P Global yang dirilis Kamis (3/9/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor Jasa Italia meningkat menjadi 55,2 pada Agustus, dari 52,5 pada Juli. Angka pada Agustus tersebut merupakan level tertinggi dalam hampir tiga setengah tahun.

Kenaikan aktivitas mencerminkan peningkatan akuisisi pelanggan, kinerja penjualan yang membaik, serta dimulainya proyek-proyek baru. Sejalan dengan peningkatan aktivitas, bisnis baru juga tumbuh untuk bulan ketiga berturut-turut pada Agustus. Laju pertumbuhannya tergolong kuat dan menjadi yang tercepat dalam hampir dua setengah tahun.

Eleanor Dennison, Ekonom S&P Global Market Intelligence, mengatakan, penguatan permintaan tersebut terutama berasal dari pelanggan domestik. Sementara itu, penjualan ekspor hanya mengalami kenaikan tipis.


“Pertumbuhan kuat dalam aktivitas dan bisnis baru membuat sektor ini berada di jalur untuk mencatat kuartal terbaiknya sepanjang tahun ini,” ungkap Dennison dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).

Data survei menunjukkan kenaikan penjualan internasional pada Agustus merupakan yang tercepat sejak Oktober tahun lalu. Namun, secara keseluruhan, perbaikan permintaan tetap lebih banyak berfokus pada pasar domestik.

Baca Juga: Data S&P Global: Indeks PMI Sektor Jasa Spanyol Melemah Tipis ke 57,8

Untuk memenuhi aliran bisnis baru yang terus masuk, perusahaan jasa Italia kembali menambah tenaga kerja pada Agustus. Namun, laju penciptaan lapangan kerja melambat dibandingkan Juli.

Kendati demikian, tingkat pertumbuhan pekerjaan masih termasuk salah satu yang terkuat dalam lebih dari satu tahun dan berada dalam kategori moderat. Menurut perusahaan yang disurvei, pekerja baru umumnya diberikan kontrak sementara.

Di sisi lain, kapasitas perusahaan masih cukup untuk menangani beban kerja. Hal tersebut tercermin dari penurunan jumlah pekerjaan yang tertunda untuk bulan kelima berturut-turut. Penurunan pekerjaan tertunda tetap moderat dan secara umum sejalan dengan tren historis.

Dennison menilai kondisi ketenagakerjaan dan harga tidak banyak berubah pada Agustus. “Tekanan biaya tetap tinggi dan aktivitas perekrutan masih bersifat moderat,” tutur dia.

Dari sisi biaya, rata-rata biaya input kembali meningkat tajam pada Agustus. Tingkat inflasi biaya tersebut tidak banyak berubah dibandingkan Juli dan masih berada di atas tren historis. Namun, tekanan inflasi biaya lebih rendah dibandingkan bulan-bulan setelah pecahnya perang di Timur Tengah.

Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 2,75% untuk Ketujuh Kalinya

Kenaikan harga energi, bahan bakar, dan komoditas menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan biaya input. Selain itu, kenaikan biaya layanan bisnis juga turut memberikan tekanan terhadap biaya yang ditanggung perusahaan jasa.

Dari sisi prospek, perusahaan jasa Italia masih melihat sejumlah faktor yang mendukung optimisme dalam 12 bulan mendatang. Perolehan pelanggan baru, rencana peningkatan belanja investasi, serta harapan terhadap kondisi geopolitik yang lebih stabil menjadi alasan perusahaan mempertahankan pandangan positif.

Namun, tingkat kepercayaan perusahaan turun ke level terendah sejak Mei dan masih tergolong rendah dibandingkan standar historis. Kekhawatiran terhadap lingkungan eksternal menjadi salah satu faktor yang menekan sentimen perusahaan.