PMI Sektor Manufaktur AS Stagnan di Juli, Optimisme Pengusaha Juga Merosot



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kinerja sektor manufaktur di Amerika Serikat (AS) masih positif. Ini terlihat dari purchasing manager’s index (PMI) sektor manufaktur AS periode Juli, yang dirilis Senin (3/8/2026).

PMI sektor manufaktur AS S&P Global yang disesuaikan secara musiman tercatat berada di level 53,9 pada Juli. Angka tersebut cuma naik sangat tipis dari Juni, yang sebesar 53,8.

Realisasi tersebut menandakan tingkat ekspansi yang solid. Kondisi operasional kini telah membaik secara konsisten selama setahun. Tapi pertumbuhan produksi dan pesanan baru yang lebih lambat tercatat pada Juli.


“Meskipun PMI tetap stabil pada Juli, di balik survei tersebut kita melihat beberapa tanda peringatan tentang lintasan pertumbuhan di masa depan,” tutur Chris Williamson, Chief Business Economist S&P Global Market Intelligence, dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Pada saat yang sama, pertumbuhan pesanan baru melambat untuk bulan ketiga berturut-turut di awal kuartal ketiga. Penyebabnya, kepercayaan klien yang lesu dan tekanan inflasi membebani permintaan.

Baca Juga: Rencana Bisnis FIFA Gagal, Gianni Infantino Cari Dukungan Donald Trump

Selain itu, pertumbuhan terutama didorong oleh pasar domestik, menyusul penurunan moderat dalam penjualan ekspor baru.

Bukti gangguan rantai pasok juga menonjol dalam data survei terbaru. Produsen manufaktur  di AS mengisyaratkan penurunan kinerja vendor paling tajam selama empat tahun terakhir.

Kondisi ini berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih lambat, baik dalam persediaan maupun pembelian barang pra-produksi, yang masing-masing melambat ke titik terendah tiga dan empat bulan.

Data survei Juli juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam biaya input dan harga jual, meskipun peningkatan yang terjadi lebih lemah. Sementara itu, kepercayaan pada prospek melemah untuk bulan ketiga berturut-turut, mencapai level terendah sejak Oktober 2025.

“Dalam situasi seperti saat ini, optimisme bisnis terkait prospek pertumbuhan merosot ke level terendah sejak Oktober lalu, menegaskan risiko penurunan outlook jangka pendek,” imbuh Williamson.

Volume produksi juga meningkat dengan laju terlemah sejak Maret. Sementara ekspansi dalam penerimaan pesanan baru melambat selama tiga bulan berturut-turut.

Baca Juga: Bank of Korea Koleksi Emas Lagi Setelah 13 Tahun, Kurangi Ketergantungan Aset Asing

Perusahaan manufaktur di AS melaporkan beberapa akuisisi pelanggan baru selama bulan tersebut. Kendati begitu, kondisi ini diimbangi oleh masalah pasokan bahan baku, kondisi ekonomi yang menantang, dan permintaan yang lebih lemah.

Perang di Timur Tengah juga terus berdampak signifikan pada kesehatan sektor manufaktur. Pertumbuhan juga sebagian besar didorong oleh pasar domestik. Penjualan internasional terus menurun karena tarif dan permintaan luar negeri yang lesu membebani pesanan ekspor baru.

Para produsen berupaya menyelesaikan beban kerja langsung dari stok sedapat mungkin selama Juli. Kondisi ini dibuktikan oleh penurunan pertama dalam persediaan barang jadi selama empat bulan.

Data terbaru menunjukkan, waktu rata-rata pemasok memburuk pada tingkat terburuk kedua dalam empat tahun terakhir (setelah Mei 2026) karena konflik Timur Tengah terus menyebabkan penundaan pengiriman dan berkontribusi pada kekurangan material.

Tekanan pada pemasok meningkat karena peningkatan aktivitas pembelian lainnya pada Juli, meskipun laju pertumbuhannya merupakan yang terlemah kedua sejak Februari.

Baca Juga: China Borong 800.000 Ton Kedelai AS, Manfaatkan Penurunan Harga

Pada saat yang sama, persediaan input meningkat pada tingkat paling lambat selama tiga bulan, di tengah kesulitan dalam mencari dan menerima bahan baku.

Perusahaan manufaktur juga berhati-hati dalam melakukan perekrutan. Jumlah staf hanya meningkat sedikit pada awal kuartal ketiga, dengan bukti pengamatan menunjukkan lowongan pekerjaan sebagian besar telah terisi.

Namun, tumpukan pekerjaan juga meningkat sedikit, menandakan beberapa tekanan pada kapasitas. Menurut anggota survei, kekurangan material merupakan pendorong utama peningkatan beban kerja.

Beban biaya juga terus meningkat secara signifikan pada Juli, terutama karena harga dan tarif energi yang lebih tinggi. Meskipun inflasi biaya input melambat ke level terendah dalam empat bulan, inflasi tersebut tetap lebih tinggi daripada rata-rata seri.

Sebagai respons, perusahaan menaikkan biaya jika memungkinkan, meskipun dengan laju yang lebih lemah.

Baca Juga: Flu Burung H5N1 Mulai Sebar di Satwa Liar Australia, Puluhan Burung Laut Mati

Perusahaan manufaktur tetap berharap produksi akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang, karena kepercayaan terhadap prospek secara keseluruhan tetap positif. Namun, kekhawatiran atas inflasi yang tinggi, meningkatnya gangguan rantai pasokan, dan melambatnya pertumbuhan penjualan, menyebabkan ekspektasi turun ke level terendah sejak Oktober 2025.

Kendati begitu, PMI versi Institute for Supply Management (ISM) masih jauh lebih positif. Menurut versi ISM, PMI sektor manufaktur berada di level 55,6 di Juli. Realisasi ini lebih tinggi dari level di Juni, yakni 53,3. Realisasi ini juga lebih besar dari konsensus proyeksi analis yang memprediksi PMI ISM ada di 54,0.

"Di Juli, aktivitas manufaktur AS tetap berada di area ekspansi, tumbuh dengan kecepatan tertinggi dalam empat tahun terakhir," sebut Susan Spence, Chairman ISM Manufacturing Business Survey Committee, dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).