PNS se-Indonesia boleh daftar Deputi Gubernur DKI



JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka seleksi terbuka bagi pimpinan tinggi madya atau jabatan Deputi Gubernur. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menjelaskan seleksi itu tidak hanya diikuti oleh pegawai negeri sipil (PNS) DKI saja. 

Namun juga dapat diikuti oleh PNS di seluruh Indonesia, termasuk Kementerian. "Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), kami buka seleksi untuk jabatan eselon I-B atau setingkat Deputi Gubernur dan sudah kami publikasikan di website jakgov.jakarta.go.id," kata Saefullah, di Balai Kota, Kamis (7/5).  

Adapun satu jabatan Deputi Gubernur yang saat ini kosong adalah Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI yang sudah lama ditinggalkan Sarwo Handayani karena memasuki usia pensiun. 


Tak hanya bagi PNS se-Indonesia, posisi ini juga terbuka bagi para dosen maupun akademisi. Sebab, di DKI, jabatan Deputi Gubernur bidang Industri Perdagangan dan Transportasi (Indagtrans) DKI juga dijabat oleh akademisi Universitas Indonesia (UI) Soetanto Soehodho. 

Adapun persyaratan mengikuti seleksi ini adalah pegawai yang usianya per 31 Mei 2015 ini 57 tahun. Kemudian memiliki pangkat minimal IV-C, pendidikan minimal S2 jurusan teknik arsitektur atau wilayah kota. 

Pendidikan sosial atau geografi yang tidak berkaitan dengan jabatan itu tidak dapat diterima.  Kemudian, calon peserta seleksi juga pernah menduduki jabatan eselon II-A, kecuali pejabat fungsional. Karena tidak eselonisasi bagi pejabat fungsional. 

Peserta seleksi juga harus memiliki pengalaman kerja di bidang tata ruang. Mereka harus melalui lima tahapan seleksi. Yakni seleksi administrasi, tes kompetensi integritas penelusuran rekam jejak, tes kepemimpinan dan independensi, tes kesehatan. Terakhir wawancara oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. 

Ada sembilan orang panitia seleksi terbuka jabatan Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, yakni Sekda, Asisten Sekda bidang Pemerintahan DKI Bambang Sugiyono, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Agus Suradika, Inspektur DKI Lasro Marbun, dan lima orang profesional. 

"Dari pihak profesional ada Profesor Sarlito Wirawan, Sosiolog Imam Prasodjo, akademisi Nirwono Joga, Suryono Herlambang, dan pakar administrasi publik Profesor Azhari Samudera," kata Saefullah. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia