Pola Hunian Berubah, IKEA Soroti Pentingnya Sistem Penyimpanan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pola hunian masyarakat berubah dan cenderung membuat rumah terasa semakin tidak tertata, seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas sehari-hari.

Fenomena ini terlihat dari kebiasaan barang-barang kecil yang kerap berpindah tempat dan sulit ditemukan, terutama di area yang sering digunakan seperti kamar tidur dan kamar mandi. Kondisi tersebut dinilai bukan semata soal kedisiplinan merapikan, melainkan terkait sistem penyimpanan yang belum sesuai dengan kebiasaan penghuni.

Interior Design Leader IKEA Indonesia Muhammad Yusuf Attorik mengatakan, banyak rumah yang tetap terasa berantakan meski sering dirapikan. Menurutnya, banyak orang merasa rumahnya selalu berantakan, padahal sudah sering dirapikan. Biasanya bukan karena ruangnya kurang atau barangnya terlalu banyak, tapi karena sistem penyimpanannya belum benar-benar cocok untuk mereka. 


Baca Juga: Persaingan Mobil Listrik Makin Panas, Polytron Ngegas di Ajang Indonesia Open 2026

"Di IKEA, kami selalu memberikan solusi yang dimulai dari kebiasaan nyata di rumah. Barang apa yang sering dipakai, di mana biasanya diletakkan, dan apa yang paling sering dicari. Dari situ, solusi yang dibuat bukan hanya rapi secara visual, tapi juga terasa lebih mudah dijalani setiap hari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, pendekatan berbasis kebiasaan menjadi kunci agar penataan rumah tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat bertahan dalam jangka panjang.

IKEA menilai, solusi sederhana seperti penempatan barang di titik-titik aktivitas (touchpoints), penggunaan kotak penyimpanan, hingga pembagian zona berdasarkan fungsi dapat membantu mengurangi kebiasaan “menaruh sementara” yang kerap berujung pada penumpukan barang.

Business Leader IKEA Indonesia Alfonsus Kristian menambahkan, peran produk penyimpanan kecil kerap kurang disadari, padahal berkontribusi besar dalam membentuk kebiasaan sehari-hari.

“Yang sering tidak disadari, justru produk-produk kecil yang paling sering dipakai punya peran besar dalam menjaga rumah tetap teratur. Solusi seperti box, tray, trolley, atau organiser bukan sekadar tempat penyimpanan, tapi membantu membentuk kebiasaan. Ketika barang punya tempat yang jelas dan mudah dijangkau, orang jadi terbiasa untuk langsung menaruh kembali,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Solar Melejit dan Rupiah Melemah, Gapensi: Kenaikan Harga Tak Bisa Dihindari

Selain hunian, kebutuhan akan ruang yang lebih tertata juga dirasakan pada ruang kerja maupun bisnis. Untuk itu, IKEA menghadirkan layanan desain interior yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, baik untuk rumah maupun ruang usaha.

Public Relations Manager IKEA Indonesia Ririn Basuki menekankan bahwa penataan ruang yang tepat dapat meningkatkan efisiensi aktivitas sehari-hari.

“Pada akhirnya, rumah seharusnya membantu, bukan menambah beban. Di IKEA, kami terus berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Salah satunya dengan memastikan waktu di rumah tidak habis hanya untuk mencari barang yang kita miliki,” ujarnya.

IKEA melihat kebutuhan akan sistem penyimpanan yang lebih adaptif akan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dengan ruang hunian yang semakin terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: