Polisi bongkar bangunan di kolong tol Kalijodo



JAKARTA. Kolong tol dekat Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo dicurigai dijadikan tempat prostitus terselubung. Operasi yang dilakukan polisi dalam beberapa hari di kawasan tersebut menguatkan dugaan tersebut. 

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono membenarkan adanya praktik prostitusi yang terjadi di kolong tol dekat RPTRA Kalijodo. Dwiyono menemukan adaa bangunan yang dijadikan kafe di sana.

Tempat hiburan tersebut dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung. Pihaknya juga menemukan sejumlah kondom saat operasi dilakukan.


"Saat ini betul ada bangunan liar yang diperuntukan untuk tempat tinggal dan ada juga penyakit masyarakat yaitu prostitusi," ujar Dwiyono di kolong tol dekat RPTRA Kalijodo, Rabu (14/6).

Saat operasi yang dilakukan pada Jumat pekan lalu, ditemukan kafe dengan bilik-bilik kamar di dalamnya. Kamar-kamar itu difasilitasi tempat tidur dan kipas angin.

Sering pula terlihat perempuan berpakaian seksi yang mangkal di kawasan itu. Pada Rabu pagi, sebanyak 1.600 personel polisi, TNI, dan satpol PP membongkar bangunan semipermanen di kawasan itu. Tidak ada perlawanan yang dilakukan warga. Bahkan, ada warga yang membongkar sendiri bangunan mereka.

Camat Penjaringan M Andri mengatakan, pihaknya menyediakan Rusun Marunda bagi warga kolong tol dekat RPTRA Kalijodo yang memiliki KTP DKI Jakarta. Syarat untuk mendapatkan rusun ialah memiliki sertifikat lahan serta ber-KTP DKI.

Namun, hal itu akan dikecualikan terhadap warga ber-KTP DKI yang mendiami kolong tol tersebut. "Dulu syaratnya dia punya rumah. Kalau enggak ya enggak bisa. Tapi ya kalau untuk mereka akan diusahakan di Marunda," ujar Andri, Rabu (14/6).

Dari catatan pihak kecamatan, ada 150 kepala keluarga (KK) yang mendiami kawasan kolong tol itu. Namun, berdasarkan pendataan hingga siang ini, baru 2 KK yang terdaftar ber-KTP DKI Jakarta.

(David Oliver)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini