JAKARTA. Kepolisian menduga, pencuri dinamit sebesar 50 kilogram (Kg) yang hilang dalam perjalanan dari Subang ke Bogor adalah kelompok rampok bajing loncat dan bukan kelompok teroris. Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan sementara kepolisian. "Jelas dalam investigasi kami, ada kemungkinan pelaku pencurian itu adalah bajing loncat. Pada saat kendaraan pelan-pelan, barang diambil. Mungkin dianggap barang-barang berharga," tutur Sutraman, Senin (1/7). Menurutnya, hilangnya dinamit tersebut akibat kelalaian yang membawa bahan peledak. Pasalnya, kepolisian tidak mampu menjaga secara keseluruhan, bahkan ketika ada pengawalan saja, kadang-kadang masih ada kecolongan. Karena itu, seharusnya pihak yang membawa dinamit, meminta pengawalan yang lebih ketat dan pasukan yang banyak.
Polisi duga pencuri dinamit adalah bajing luncat
JAKARTA. Kepolisian menduga, pencuri dinamit sebesar 50 kilogram (Kg) yang hilang dalam perjalanan dari Subang ke Bogor adalah kelompok rampok bajing loncat dan bukan kelompok teroris. Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan sementara kepolisian. "Jelas dalam investigasi kami, ada kemungkinan pelaku pencurian itu adalah bajing loncat. Pada saat kendaraan pelan-pelan, barang diambil. Mungkin dianggap barang-barang berharga," tutur Sutraman, Senin (1/7). Menurutnya, hilangnya dinamit tersebut akibat kelalaian yang membawa bahan peledak. Pasalnya, kepolisian tidak mampu menjaga secara keseluruhan, bahkan ketika ada pengawalan saja, kadang-kadang masih ada kecolongan. Karena itu, seharusnya pihak yang membawa dinamit, meminta pengawalan yang lebih ketat dan pasukan yang banyak.