KONTAN.CO.ID - Kepolisian Prancis dilaporkan tengah menyelidiki dugaan perdagangan orang dalam (
insider trading) yang berkaitan dengan hasil Ballon d'Or 2026. Investigasi ini muncul setelah sejumlah akun di platform prediksi Polymarket berhasil menebak secara tepat urutan lima besar peraih suara kategori putra. Dikutip dari
Sports Illustrated, sebanyak 12 akun Polymarket dilaporkan memperoleh keuntungan hampir 200.000 euro atau sekitar Rp4,07 miliar setelah memprediksi hasil tersebut.
Baca Juga: France Football Ungkap Voting Ballon d'Or 2026, Kane Menang Tipis Hasil Taruhan yang Mencurigakan
Kontroversi bermula setelah 12 akun di Polymarket berhasil memprediksi urutan lima besar Ballon d'Or 2026 kategori putra secara tepat. Kelima pemain tersebut adalah Harry Kane, Kylian Mbappe, Lamine Yamal, Rodri, dan Lionel Messi. Kane keluar sebagai pemenang dengan keunggulan hanya 28 poin atas Mbappe. Menurut laporan media Prancis
Upside, 12 akun tersebut memasang taruhan dengan total nilai 250.000 euro atau sekitar Rp5,09 miliar. Mereka kemudian memperoleh keuntungan hampir 200.000 euro atau setara Rp4,07 miliar. Aktivitas taruhan tersebut menarik perhatian karena para pemilik akun mampu menebak susunan akhir lima besar dengan tepat. Perilaku para petaruh di pasar prediksi itu juga dinilai tidak biasa sehingga memunculkan kecurigaan adanya informasi internal yang bocor.
Baca Juga: Ballon d'Or 2026: Lionel Messi Finis di Peringkat 5, Cetak Sejarah di Usia 39 Tahun Polisi Prancis Memulai Investigasi
Menurut laporan
The Athletic, France Football awalnya melakukan penyelidikan internal terhadap rangkaian taruhan tersebut. Setelah itu, pihak penyelenggara Ballon d'Or menghubungi
Central Racing and Gaming Service (SCCJ), unit yang mengawasi industri perjudian, taruhan, dan pacuan kuda di Prancis. Kepolisian Prancis kemudian dilaporkan mulai menyelidiki dugaan perdagangan orang dalam yang berkaitan dengan hasil penghargaan tersebut. Investigasi bertujuan mengungkap apakah para pemilik akun memperoleh informasi hasil pemungutan suara sebelum diumumkan kepada publik. Namun, hingga saat ini, dugaan tersebut belum membuktikan adanya pihak yang melakukan kecurangan.
Baca Juga: Dominasi Barcelona dan Spanyol di Ballon d'Or 2026, Borong Banyak Penghargaan France Football Tegaskan Integritas Ballon d'Or
Dugaan kebocoran hasil dan taruhan mencurigakan menjadi persoalan baru bagi penyelenggara Ballon d'Or. Sebelumnya, acara penghargaan 2026 juga diwarnai sejumlah kontroversi, termasuk bocornya susunan tiga besar beberapa jam sebelum seremoni dimulai dan keterlambatan acara.
France Football menegaskan bahwa integritas penghargaan tersebut menjadi prioritas utama. Pihak Ballon d'Or menegaskan bahwa pemenang ditentukan melalui pemungutan suara independen. Mereka juga menyatakan serius menanggapi dugaan kebocoran hasil dan kemungkinan praktik taruhan curang.
Baca Juga: Harry Kane Raih Ballon d'Or Tanpa Trofi Besar, Messi dan Ronaldo Juga Pernah