KONTAN.CO.ID - Kepolisian Cape Town, Afrika Selatan, tengah menyelidiki kematian pesepak bola Jayden Adams yang ditemukan meninggal dunia beberapa hari setelah memperkuat tim nasional Afrika Selatan di Piala Dunia 2026.
Reuters melaporkan, hingga Senin (13/7), aparat belum mengungkap penyebab pasti meninggalnya gelandang berusia 25 tahun tersebut.
Proses penyelidikan masih berlangsung, sementara hasil pemeriksaan forensik belum diumumkan kepada publik. Di media sosial, berbagai spekulasi mengenai penyebab kematiannya bermunculan. Namun, pemerintah Afrika Selatan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Julukan VARgentina Kembali Menggema, Apa yang Terjadi di Piala Dunia 2026? Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Jenazah Jayden Adams ditemukan di sebuah rumah di kawasan Schotsche Kloof, Cape Town. Kabar duka tersebut kemudian dikonfirmasi oleh
South African Football Players Union (SAFPU). Sampai saat ini, kepolisian belum memberikan rincian mengenai kronologi maupun dugaan penyebab kematian Adams. Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Ia bahkan membantah sejumlah klaim yang beredar di media sosial terkait penyebab meninggalnya Adams, sembari meminta publik menghormati proses hukum dan privasi keluarga. Ayah Jayden Adams, Juanito Adams, mengaku keluarganya masih sulit menerima kepergian sang putra. Mengutip laporan eNCA yang disiarkan kembali oleh
Reuters, Juanito mengatakan keluarga hingga kini masih menunggu jawaban mengenai penyebab kematian Adams. "Keluarga kami masih berusaha menerima kenyataan ini. Ini tidak akan mudah. Orang-orang mengatakan semuanya akan menjadi lebih mudah seiring waktu, tetapi sebenarnya tidak. Kami hanya akan belajar hidup dengan kehilangan ini," ujarnya.
Baca Juga: 4 Skenario Final Piala Dunia 2026, Duel Messi vs Mbappe Bisa Terulang Sosok Jayden Adams, Gelandang Masa Depan Afrika Selatan
Meninggalnya Adams menjadi sorotan bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia berkembang menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di Afrika Selatan.
BBC Sport Africa melaporkan, Adams lahir di Cape Town pada 5 Mei 2001 dan mengawali karier sepak bolanya di akademi Stellenbosch FC. Ia kemudian mencatat sejarah sebagai lulusan akademi pertama yang berhasil menembus tim utama klub tersebut. Adams dikenal mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang tengah dengan kemampuan membaca permainan, merebut bola, dan membangun serangan dari lini kedua. Performa konsistennya bersama Stellenbosch membuat klub raksasa Afrika Selatan, Mamelodi Sundowns, merekrutnya pada awal 2025. Bersama Sundowns, Adams terus berkembang dan menjadi bagian dari skuad yang bersaing di kompetisi domestik maupun Liga Champions Afrika.
Baca Juga: Daftar Negara Paling Sering Tembus Semifinal Piala Dunia: Jerman Masih Teratas Jadi Andalan Timnas Afrika Selatan
Karier impresif di level klub membuka jalan bagi Adams memperkuat Timnas Afrika Selatan atau Bafana Bafana. Ia menjalani debut internasional pada 2022 dan perlahan menjadi salah satu pemain utama di lini tengah. Adams juga berperan membantu Afrika Selatan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, termasuk mencetak dua gol pada babak kualifikasi. Di Piala Dunia 2026, Adams tampil dalam tiga pertandingan. Ia dipercaya menjadi
starter saat Afrika Selatan bermain imbang 1-1 melawan Republik Ceko dan ketika menghadapi Meksiko. Sementara pada laga melawan Korea Selatan, Adams tampil sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 1-0 yang membawa Afrika Selatan melaju ke fase gugur.
Di balik penampilannya di Piala Dunia, Adams ternyata tengah menghadapi cobaan berat.
Reuters melaporkan, nenek Adams, Marianna, meninggal dunia sehari sebelum pertandingan melawan Republik Ceko. Meski demikian, ia tetap memilih turun sebagai
starter dan membela tim nasional. Keputusan tersebut mendapat apresiasi luas di Afrika Selatan karena dinilai menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi.
Baca Juga: Apa Arti Football's Coming Home? Asal-usul Chant Ikonik Pendukung Timnas Inggris